Netmonk Dukung Operasional Bisnis Melalui Monitoring Jaringan Mandiri

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Di era digital saat ini, kelancaran sistem jaringan menjadi tulang punggung operasional bisnis. Mulai dari komunikasi internal, pengelolaan data, hingga pelayanan pelanggan, semuanya bergantung pada infrastruktur jaringan yang stabil dan andal. Memahami kebutuhan ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui produk digital unggulannya, Netmonk, menghadirkan solusi monitoring jaringan mandiri berbasis teknologi real-time bernama Netmonk on-Premise.

Bacaan Lainnya

Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola jaringan secara lebih efisien, proaktif, dan terukur. Dengan kemampuan mendeteksi anomali secara real-time, Netmonk memungkinkan tim TI tidak hanya merespons gangguan setelah terjadi, tetapi juga mengantisipasi potensi masalah sebelum berdampak pada operasional bisnis.

“Netmonk on-Premise kami kembangkan dengan fleksibilitas dan interoperabilitas untuk membantu institusi dan perusahaan memantau serta mengelola jaringan secara mandiri, efisien, dan proaktif,” ungkap Komang Budi Aryasa, EVP Digital Business and Technology Telkom, dalam keterangan resminya.

Seiring pertumbuhan bisnis, infrastruktur jaringan perusahaan pun semakin kompleks. Jumlah perangkat yang harus diawasi bertambah, lalu lintas data meningkat, dan risiko gangguan pun makin besar. Namun, masih banyak perusahaan yang mengandalkan monitoring manual, di mana tim TI harus memeriksa perangkat satu per satu dan mencatat kondisi jaringan secara manual.

Metode tradisional ini memiliki berbagai kelemahan, mulai dari proses yang lambat, tidak efisien, hingga risiko kesalahan manusia (human error) yang tinggi. Selain itu, pendekatan manual tidak mampu memberikan gambaran kondisi jaringan secara real-time padahal kecepatan dalam mendeteksi dan menangani gangguan sangat krusial.

Akibat keterbatasan ini, tidak sedikit perusahaan yang kemudian menyerahkan pengawasan jaringan kepada vendor eksternal. Namun, hal ini justru menimbulkan tantangan baru: perusahaan kehilangan kontrol penuh terhadap sistem vital, waktu respons menjadi bergantung pada pihak ketiga, dan biaya kerja sama jangka panjang bisa membebani anggaran operasional.

Netmonk hadir sebagai jawaban atas tantangan-tantangan tersebut. Melalui Netmonk on-Premise, perusahaan dapat melakukan monitoring jaringan secara mandiri, tanpa harus bergantung pada pihak luar. Sistem ini menampilkan kondisi infrastruktur jaringan melalui dashboard interaktif yang mudah digunakan, bahkan oleh tim non-teknis.

Beberapa keunggulan utama Netmonk on-Premise meliputi :

Custom Build: Solusi disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan.

Data Lokal & Aman: Seluruh data diproses dan disimpan di lingkungan internal perusahaan, memastikan keamanan dan kerahasiaan informasi.

Fleksibilitas Tinggi: Fitur, tampilan dashboard, dan laporan bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan organisasi.

Interoperabilitas: Mendukung integrasi dengan perangkat jaringan seperti Wi-Fi Controller, GPON (OLT dan ONT), layanan HSI, serta berbagai sistem pihak ketiga.

Dengan karakteristik yang adaptif dan scalable, Netmonk cocok diterapkan di berbagai sektor industri, baik untuk perusahaan swasta, lembaga pemerintah, hingga institusi pendidikan dan kesehatan.

Implementasi Netmonk tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja tim TI, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem digital perusahaan secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang lebih proaktif, potensi gangguan bisa diminimalisasi sejak dini, sehingga operasional bisnis tetap berjalan tanpa hambatan.

Netmonk menjadi bukti komitmen Telkom dalam mendukung transformasi digital di Indonesia, dengan menyediakan solusi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dan aplikatif sesuai kebutuhan industri saat ini.**

Pos terkait