Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – PaDi UMKM, platform digital pengadaan milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antara UMKM dan BUMN melalui penyelenggaraan PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2025. Acara tersebut digelar pada 10 Desember 2025 di The Gade Tower, Jakarta Pusat.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, PBFS 2025 yang mengusung tema “Inspire, Connect, Empower” dihadiri oleh 70 BUMN dan 25 UMKM, serta berhasil mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp993.030.669.106.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, dan Senior Director Chief Marketing Officer Danantara, Dendi T. Danianto, serta jajaran pemangku kepentingan lainnya dari ekosistem BUMN dan UMKM.
Dalam sambutannya, Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir PaDi UMKM terus mengalami perkembangan signifikan. Dari yang semula berfungsi sebagai marketplace, kini PaDi UMKM telah bertransformasi menjadi sebuah ekosistem digital yang komprehensif.
“Selama lima tahun PaDi UMKM terus berkembang. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus berinovasi menciptakan fitur yang tidak hanya mempermudah proses pengadaan, tetapi juga tetap selaras dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Dengan dukungan Danantara dan BP BUMN, PaDi UMKM tidak hanya menjadi platform pengadaan, melainkan ekosistem digital yang berpihak kepada UMKM dan produk lokal,” ujar Faizal.
Ia menambahkan, melalui digitalisasi, PaDi UMKM diharapkan mampu menciptakan sistem yang transparan dan efisien, sehingga UMKM tidak hanya berjualan, tetapi juga dapat naik kelas melalui akses pasar yang lebih luas serta berbagai program pengembangan.
Sementara itu, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara, Dendi T. Danianto, menekankan pentingnya transformasi service culture sebagai fondasi dalam meningkatkan potensi PaDi UMKM.
“Melalui penerapan #MelayaniSepenuhHati, PaDi UMKM tidak lagi sekadar marketplace, tetapi bergerak menuju ekosistem layanan yang menghadirkan pengalaman bisnis yang lebih mudah, andal, dan responsif bagi UMKM. Dengan memperbaiki pain points dan memperkuat koneksi emosional antara BUMN, UMKM, dan ekonomi digital nasional, PaDi UMKM harus siap menjadi National B2B Catalyst yang mencerminkan semangat ‘Layanan Bangsa’,” kata Dendi.
Beragam rangkaian kegiatan turut memeriahkan PBFS 2025, di antaranya Speed Business Dating, yakni sesi pertemuan one on one antara penjual dan pembeli, serta talkshow bertema “Penguatan Tata Kelola Pengadaan melalui Jaminan Pelaksanaan”. Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman, antara lain Chief Economist BRI Anton Hendranata, Kepala Divisi Pengadaan dan Logistik Pegadaian Ismanto, serta Branch Manager Jakarta Cikini Asuransi Kredit Indonesia M. Abdul Iwan Siswandono.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan lainnya, seperti Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM BP BUMN Loto Srinaita Ginting, Senior Executive Vice President General Affairs Pegadaian Zulfan Adam, VP GSPS Telkom Arfianto Ramadhian, serta Senior Principal Expert Government and Danantara Digitalization Telkom Sandhy Widyasthana.
Selama kegiatan berlangsung, PaDi UMKM juga menghadirkan showcase produk yang diikuti pelaku usaha dari berbagai kategori, mulai dari alat tulis kantor, makanan dan minuman, elektronik, hingga fesyen. Sejumlah UMKM yang terlibat antara lain Diva Sinergi Adipradana, The British Institute (TBI), PT Inti Kesles Nusantara, PT Multi Reksa Sinergitas, Centrin Afatec Solusi, Mejikuhibiniu, Rendang Mamaden, PT Harapan Jaya Sempurna, Rumah BUMN Palangka Raya, PT Aseli Dagadu Djokdja, hingga Loftjoy.
PBFS 2025 juga menghadirkan sesi spesial Tawaria, yakni lelang dengan mekanisme yang transparan, interaktif, dan menarik. Sesi ini tidak hanya meningkatkan peluang transaksi ritel, tetapi juga mendorong terjalinnya kolaborasi yang saling menguntungkan serta memperkuat kepercayaan antarpelaku bisnis dalam ekosistem PaDi UMKM.
Sebagai bentuk apresiasi, PaDi UMKM turut memberikan penghargaan kepada BUMN dengan volume transaksi tertinggi. Penilaian dilakukan berdasarkan transaksi sejak 1 November hingga 9 Desember 2025, serta live transaction pada 10 Desember 2025.
Adapun penerima penghargaan tersebut antara lain:
Kategori Tipe A
Peringkat I: Pertamina (Rp328 miliar)
Peringkat II: Telkom (Rp90,8 miliar)
Peringkat III: Bank Mandiri (Rp85,8 miliar)
Kategori Tipe B
Peringkat I: SIG (Rp73,3 miliar)
Peringkat II: Pelindo (Rp62,9 miliar)
Peringkat III: Pegadaian (Rp37,6 miliar)
Kategori Tipe C
Peringkat I: AirNav Indonesia (Rp27,5 miliar)
Peringkat II: PELNI (Rp16,9 miliar)
Peringkat III: ASDP (Rp9,3 miliar)
Melalui PaDi Business Forum & Showcase 2025, PaDi UMKM kembali menegaskan perannya sebagai penghubung strategis antara UMKM dan BUMN, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan.**








