Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
MOJOKERTO, JATIM – Paguyuban Sugeng yang beranggotakan warga dari wilayah Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo, menggelar kegiatan family gathering sekaligus kopi darat (kopdar) dalam rangka memperingati 20 tahun berdirinya Paguyuban Sugeng. Kegiatan tersebut berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 di Villa Asila Jaya, Km 2 Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Family gathering ini diikuti sekitar 40 anggota Paguyuban Sugeng beserta keluarga, termasuk anak dan cucu. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak kental mewarnai kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi lintas generasi antaranggota paguyuban.
Ketua Panitia, Sugeng Subejo, yang berasal dari Sidoarjo, menjelaskan bahwa Paguyuban Sugeng memiliki keunikan tersendiri karena seluruh anggotanya memiliki nama depan yang sama, yakni Sugeng.
“Anggota kami memiliki beragam latar belakang, tetapi disatukan oleh nama yang sama. Di antaranya Sugeng Irawan, Sugeng Santosa, Sugeng Susilo, Sugeng Sunarsih, Sugeng Subejo, Sugeng Raharjo, dan masih banyak lagi,” ujar Sugeng Subejo.
Ia menambahkan, secara nasional Paguyuban Sugeng telah memiliki sekitar 5.000 anggota terdaftar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Paguyuban ini juga terus berkembang dan terbuka bagi siapa pun yang memiliki nama Sugeng.
Kegiatan family gathering ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan dua dekade Paguyuban Sugeng dalam membangun solidaritas dan kontribusi sosial.
Salah satu anggota Paguyuban Sugeng, Sugeng Tri Asmoro, yang juga merupakan wartawan Sorotnews.co.id dan tergabung sebagai bagian dari humas paguyuban, menyampaikan bahwa Paguyuban Sugeng aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Paguyuban Sugeng bergerak di bidang sosial, seperti pelatihan barista kopi yang pernah digelar di Lembang, Bandung, serta pelatihan servis handphone dan elektronik. Kami ingin paguyuban ini memberi manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat,” ungkap Sugeng Tri.
Ia juga menyebutkan bahwa Paguyuban Sugeng pernah mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai komunitas dengan keunikan nama yang sama, yakni Sugeng, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kegiatan family gathering ini, Paguyuban Sugeng berharap kebersamaan dan solidaritas antaranggota dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat peran paguyuban sebagai wadah silaturahmi, sosial, dan pemberdayaan yang positif di tengah masyarakat.**








