Pasar Pabean Surabaya, Pasar Legendaris Sejak 1849 yang Tetap Jadi Pusat Grosir Ikan dan Rempah

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri. 

SURABAYA, JATIM – Pasar Pabean yang berada di kawasan Jalan Songoyudan, Surabaya, merupakan salah satu pasar tradisional tertua dan paling legendaris di Kota Pahlawan. Berdiri sejak tahun 1849 pada masa kolonial Belanda, pasar ini hingga kini masih bertahan sebagai pusat grosir ikan segar serta berbagai bumbu dapur dan rempah-rempah terbesar di Surabaya.

Pasar yang terletak di wilayah Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan ini dikenal sebagai sentra perdagangan hasil tangkapan laut, sungai, hingga danau. Aktivitas perdagangan di pasar tersebut bahkan berlangsung hampir sepanjang hari karena sebagian pedagang beroperasi selama 24 jam.

Berbagai jenis ikan segar tersedia di pasar ini, mulai dari kakap merah, kakap kuning, barakuda, cumi-cumi, kerang, udang, bandeng, mujair, gurame, ikan pe, tenggiri, tuna, tongkol hingga kepiting. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau sehingga menjadikannya tempat favorit para pedagang untuk berbelanja dalam jumlah besar.

Selain dikenal sebagai pusat perdagangan ikan, Pasar Pabean juga menjadi salah satu sentra grosir bumbu dapur dan rempah-rempah di Surabaya. Beragam kebutuhan dapur seperti bawang merah, bawang putih, hingga bahan obat tradisional dapat ditemukan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan pasar lainnya.

Pada Kamis (12/3/2026), tim Sorotnews Surabaya melakukan penelusuran di kawasan pasar tersebut. Lokasi Pasar Pabean terbilang strategis karena tidak jauh dari kantor Polrestabes Surabaya dan berada di kawasan bersejarah Jembatan Merah Surabaya, yang kini juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam di kota itu.

Dalam penelusuran tersebut, aktivitas perdagangan terlihat ramai, terutama pada sore hingga malam hari. Banyak pedagang dari berbagai pasar di Surabaya dan daerah sekitarnya datang untuk berbelanja atau kulakan ikan serta bumbu dapur.

Beberapa pasar yang disebut rutin mengambil pasokan dari Pasar Pabean antara lain pasar di wilayah Sepanjang, Kedurus, Wiyung, hingga pasar-pasar di wilayah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Saat melakukan liputan, wartawan Sorotnews juga sempat membeli beberapa jenis ikan segar di pasar tersebut. Ikan kerapu dan kakap kuning misalnya, dijual dengan harga sekitar Rp25.000 per kilogram. Sementara ikan mujair juga dijual dengan kisaran harga yang sama, yakni Rp25.000 per kilogram.

Salah satu pedagang yang ditemui Sorotnews, Husein, mengaku dirinya rutin datang ke Pasar Pabean setiap sore untuk membeli ikan segar yang kemudian dijual kembali di daerah tempatnya berdagang.

“Saya kulakan ikan segar setiap sore di sini, kemudian saya jual lagi di Pasar Sepanjang mulai jam lima sore sampai sekitar jam sebelas malam,” ujar Husein.

Menurutnya, Pasar Pabean masih menjadi pilihan utama para pedagang karena kelengkapan barang dan harga yang relatif lebih murah dibandingkan tempat lain.

Selain menjadi pusat perdagangan bahan pangan, kawasan Pasar Pabean juga berada dekat dengan sejumlah lokasi penting dan destinasi religi di Surabaya. Salah satunya adalah kawasan religi Makam Sunan Ampel, yang merupakan salah satu tujuan ziarah utama umat Muslim di Jawa Timur.

Tidak jauh dari sana juga terdapat Pasar Bong Surabaya, yang dikenal sebagai pusat perkulakan berbagai perlengkapan ibadah seperti sajadah, sarung, baju takwa, kurma, hingga perlengkapan haji dengan harga grosir.

Dengan sejarah panjang sejak abad ke-19 serta perannya sebagai pusat distribusi ikan dan rempah-rempah, Pasar Pabean hingga kini tetap menjadi salah satu denyut nadi perdagangan tradisional di Surabaya. Pasar ini tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat kota, tetapi juga menjadi tempat kulakan bagi pedagang dari berbagai daerah di sekitarnya.**

Pos terkait