Perkuat Kinerja Logistik Nasional, Pelindo Tanjung Priok dan Kemenko Perekonomian Gelar Diskusi dan Visitasi TAT-DT

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA — Dalam upaya menekan biaya logistik nasional dan memperkuat daya saing logistik Indonesia di kancah global, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, menggelar kegiatan diskusi dan visitasi koordinasi data serta proses bisnis indikator Ship Turn Around Time (TAT) dan Container Dwelling Time (DT).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Cabang Pelindo Tanjung Priok, Kamis (24/10/2025), ini merupakan bagian dari langkah sinergis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan logistik pelabuhan, sekaligus mendukung target penurunan biaya logistik nasional menjadi 8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Executive General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, dalam paparannya menegaskan pentingnya koordinasi antar-lembaga dalam mendukung kinerja pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional.

“Perlu dipahami bahwa pelabuhan hanya salah satu bagian dari mata rantai logistik yang panjang. Pelindo mengatur sisi kepelabuhanan seperti terminal operator dan proses sandar kapal. Namun, keberhasilan peningkatan kinerja logistik juga bergantung pada keterlibatan kementerian dan lembaga lainnya. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat dan efisien untuk mencapai target logistik nasional yang optimal,” ungkap Yandri.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan indikator Turn Around Time (TAT) dan Dwelling Time (DT) menjadi salah satu fokus strategis Pelindo guna menekan biaya logistik dan mempercepat perputaran barang di pelabuhan.

Sementara itu, Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Dr. Ismariny, M.Sc, menekankan bahwa peran Pelindo sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia sangat strategis dalam mendorong peningkatan performa indikator Port Stay dan Cargo Stay.

“Sinergi antara pemerintah dan Pelindo sangat penting dalam menciptakan ekosistem logistik yang efisien dan terstandar. Harmonisasi data serta definisi indikator seperti TAT dan DT menjadi dasar bagi pengukuran kinerja logistik nasional yang sejalan dengan standar global,” ujarnya.

Dr. Ismariny juga menyebutkan bahwa hasil diskusi dan visitasi ini akan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan lanjutan, termasuk mendukung implementasi Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional yang tengah disusun.

Sebagai penutup kegiatan, rombongan melakukan kunjungan ke Ruang Integrated Planning and Control (IPC). Di ruangan ini, para peserta dapat menyaksikan langsung proses operasional Pelabuhan Tanjung Priok secara menyeluruh dan real-time, mulai dari aktivitas kapal hingga pergerakan kontainer di terminal.

Kunjungan ini memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana teknologi dan sistem pengendalian terpadu diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan manajemen Pelindo, antara lain: Dr. Ismariny, M.Sc (Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional) beserta tim dari Kemenko Perekonomian, Andi Hamdani (Group Head Terminal Kantor Pusat PT Pelindo), Yandri Trisaputra (Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok), serta para pimpinan Terminal Operator di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Langkah sinergis antara pemerintah dan Pelindo ini merupakan bentuk konkret komitmen nasional dalam menurunkan biaya logistik, mempercepat arus barang, dan meningkatkan efisiensi pelabuhan. Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi menuju Ekonomi Unggul, Indonesia Maju 2045.**

Pos terkait