Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Ribuan pengunjung Festival Lopis Raksasa di Kota Pekalongan, saling berebut dan berusaha untuk mendapatkan irisan kue lopis yang dipotong oleh panitia. Festival tahunan ini digelar tiap hari ke tujuh setelah lebaran atau dikenal dengan sebutan syawalan.
Pemotongan lopis berukuran jumbo di acara lebaran syawalan tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun lebih dari seratusan tahun yang lalu hingga sekarang dan tetap dilestarikan oleh warga setempat.
Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid
mengungkapkan tradisi syawalan yang diikuti dengan pemotongan lopis raksasa menurut pakar sejarah sudah berlangsung sejak 1885.
“Jadi tradisi syawalan di Krapyak ini kurang lebih usianya sudah 150 tahun dan tetap dilestarikan hingga sekarang,” ujar Aaf, sapaan karib walikota, Sabtu (29/4/2023).
Ia menambahkan ukuran lopis dari masa ke masa juga mengalami perubahan atau bertambah besar dan berat, sedangkan panjang lopis saat ini telah mencapai 2,22 meter dengan lingkar lopis mencapai 2,50 meter dan beratnya hampir 1,80 ton.
Adapun jumlah penyelenggara yang sebelumnya hanya ada dua titik atau dua kampung kini bertambah menjadi 6 lokasi yang semuanya berada di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.
“Yang inti ada di Krapyak gang 1 dan 8 dengan ukuran lopis lebih besar sedangkan lainnya ukurannya sedang dan lebih kecil,” terang Aaf.
Untuk menghindari klaim yang serupa dari daerah lain, pemerintah daerah setempat berencana mendaftarkan lopis serta kuliner yang lain seperti nasi megono, tauto atau soto khas Pekalongan serta garangasem menjadi kekayaan tradisi maupun budaya termasuk kuliner.
“Sebelumnya sudah kita daftarkan sarung batik khas Kota Pekalongan sebagai indikasi geografi,” jelasnya.
Sementara itu salah satu pengunjung asal Papua, Nur Hidayah Ningsih mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung Festival Lopis Raksasa karena penasaran.
Mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Tengah asal Kota Manokwari tersebut mengetahui adanya tradisi syawalan dan potong lopis raksasa dari media sosial.
“Awalnya penasaran saja lalu datang langsung kemudian menjajal berebut potongan lopis dan ternyata seru juga. Ini katanya ada berkah kalau dimakan bersama keluarga,” katanya.








