Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Evaluasi Capaian dan Tegaskan Komitmen Transformasi Bangsa

Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.

JAKARTA – Memasuki bulan ke-10 masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jumat (9/8/2025). Sidang ini digelar untuk mengevaluasi capaian program prioritas sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional ke depan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi dan kerja kolektif antar anggota kabinet guna mempercepat realisasi agenda transformasi nasional yang telah dicanangkan sejak awal pemerintahan.

“Dengan arah kebijakan yang sudah tepat dan fondasi yang kuat, saya yakin Indonesia mampu berdiri tegak sebagai negara maju dengan menguasai sektor-sektor strategis,” tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan bahwa seluruh menteri dan pejabat tinggi negara memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan rakyat, serta menjaga kedaulatan nasional dalam berbagai aspek – mulai dari ekonomi, pertahanan, pangan, hingga energi.

“Seluruh jajaran kabinet harus terus bekerja keras, tidak hanya untuk mencapai target administratif, tetapi demi menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan rakyat di seluruh penjuru Tanah Air,” imbuhnya.

Sidang Kabinet Paripurna ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk melakukan refleksi atas capaian strategis selama hampir satu tahun pemerintahan. Presiden juga disebut memberikan arahan langsung kepada para menteri untuk melakukan percepatan program prioritas yang dinilai belum optimal.

Selain evaluasi, pembahasan juga mencakup upaya memperkuat stabilitas ekonomi nasional, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta penguatan peran Indonesia dalam diplomasi dan geopolitik global.

Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya terhadap reformasi sistemik dan transformasi besar-besaran, baik di sektor pemerintahan maupun pelayanan publik. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemajuan moral, disiplin birokrasi, dan efisiensi pelayanan negara.

Sidang ditutup dengan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk menjaga soliditas, menjauhi kepentingan sempit, dan terus berfokus pada kerja nyata demi kemajuan bangsa.**

Pos terkait