Laporan wartawan sorotnews.co.id : Burhanuddin.
PANGKEP, SULSEL – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 yang dilaksanakan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1421/Pangkep terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Senin, 13 Oktober 2025, proses pengecoran jalan dalam kegiatan TMMD ini telah mencapai 17 persen.
Kegiatan pembangunan infrastruktur berupa pengecoran jalan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Setiap hari, warga secara sukarela turut membantu personel TNI dalam proses pengerjaan di lapangan. Kebersamaan antara prajurit dan masyarakat mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ruh utama dalam pelaksanaan TMMD.
“Kami sangat bersyukur atas adanya program TMMD ini. Jalan yang sedang dibangun akan sangat membantu kami dalam mengakses fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan. Selain itu, tentu juga akan meningkatkan perekonomian warga,” ujar salah satu warga desa yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Komandan Kodim (Dandim) 1421/Pangkep, Letkol Inf Fajar, menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-126 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat.
“TMMD bukan sekadar program pembangunan jalan, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kami ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong serta kesadaran kolektif dalam membangun daerah,” ujar Letkol Fajar.
Dandim juga menjelaskan bahwa seluruh sasaran fisik TMMD akan dikejar secara optimal sesuai waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. Dengan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan seluruh target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga desa.
Kegiatan TMMD ke-126 ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah pedesaan yang masih membutuhkan infrastruktur dasar yang memadai.
Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, TMMD Kodim 1421/Pangkep diyakini akan mampu menjadi katalisator perubahan positif bagi kehidupan masyarakat di wilayah sasaran.**








