Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
SURABAYA, JATIM – PT PAL Indonesia memberikan apresiasi penuh terhadap program-program sosial yang digagas oleh TNI Angkatan Laut dalam ajang Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025. Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan adalah Medical Civic Action Project (MEDCAP), yaitu layanan kesehatan gratis yang dilaksanakan di atas Kapal Rumah Sakit KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH)-991, hasil inovasi dan karya anak bangsa dari PT PAL Indonesia.
Sebagai informasi, MEDCAP digelar pada 14 hingga 17 Februari 2025 di Bali, dengan menyediakan berbagai layanan medis secara cuma-cuma bagi masyarakat setempat. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, perawatan gigi, sunatan massal, donor darah, hingga tindakan medis ringan seperti pengangkatan lipoma, operasi katarak, dan pterigium. Program ini disambut antusias oleh masyarakat setempat, terbukti dengan ribuan warga yang mendaftar sejak hari pertama pelaksanaan.
Direktur Teknologi PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, mengungkapkan bahwa partisipasi TNI Angkatan Laut dalam misi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen besar terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan daerah terpencil. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan alutsista modern TNI AL, yaitu KRI WSH-991.
“Sebagai negara kepulauan yang terletak di kawasan Ring of Fire Pasifik, keberadaan kapal rumah sakit seperti KRI dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan langkah strategis yang tepat untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujar Briljan.
Lebih lanjut, Briljan menjelaskan bahwa KRI WSH-991 didesain oleh PT PAL Indonesia dengan mempertimbangkan kebutuhan operasi TNI AL dalam misi kemanusiaan dan pelayanan medis di wilayah terluar. Kapal ini dibekali fasilitas medis setara rumah sakit tipe B, yang memungkinkan pemberian layanan kesehatan komprehensif, baik untuk masyarakat sipil maupun prajurit yang bertugas di medan operasi.
KRI WSH-991 juga dilengkapi dengan teknologi berbasis smart digital, menjadikannya kapal yang modern, efisien, aman, dan andal dalam mendukung berbagai misi, baik dalam operasi kemanusiaan maupun operasi militer non-perang. Fasilitas penunjang lainnya meliputi ambulance boat, Landing Craft Vehicle Personnel (LCVP), Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), hingga heli deck yang memungkinkan pendaratan helikopter untuk evakuasi medis.
Sebagai karya inovatif anak bangsa, kehadiran KRI WSH-991 bukan hanya menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga bukti nyata kemampuan PT PAL Indonesia dalam menghadirkan solusi strategis untuk pemerataan akses kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan.
“Pemanfaatan teknologi kesehatan yang diterapkan pada KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 adalah langkah konkret dalam mendukung program kesehatan gratis bagi masyarakat. Ini sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita Presiden,” tutup Briljan.
Dengan adanya program seperti MEDCAP yang didukung oleh alutsista canggih karya dalam negeri, MNEK 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penguatan kerja sama internasional di bidang kemanusiaan, sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia.**








