Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA — PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan operasional ramah lingkungan di Pelabuhan Cirebon. Langkah ini terutama difokuskan pada aktivitas bongkar muat batu bara yang menjadi komoditas penting bagi pasokan industri di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan logistik berjalan bersih, terkontrol, dan minim menimbulkan dampak terhadap masyarakat sekitar kawasan pelabuhan.
PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon menangani berbagai jenis komoditas, baik curah kering, curah cair, maupun general cargo.
Komoditas curah kering meliputi batu bara, pasir, clinker, semen, dan gypsum.
Untuk curah cair, sejumlah produk yang dilayani antara lain RBD Olien, minyak sawit, CPO, biosolar, hingga aspal.
Sementara itu, general cargo mencakup heavy equipment, project cargo, pipa, dan komoditas lainnya.
Dalam operasional bongkar muat, PTP menerapkan pengendalian debu secara ketat melalui beberapa langkah berlapis, di antaranya: Pemasangan nozzle spray mist pada kapal; Penutupan terpal pada truk pengangkut segera setelah proses pemuatan; Penyiraman serta pembilasan kendaraan sebelum keluar area pelabuhan agar tidak membawa residu batu bara; Penyiraman rutin jalur operasional menggunakan water tank untuk menjaga permukaan jalan tetap lembap; Pemasangan jaring pelindung setinggi 12 meter yang dilengkapi spray nozzle pada area yang berbatasan dengan permukiman warga.
“Kami memastikan setiap aktivitas bongkar muat berjalan dengan standar pengendalian debu yang ketat. Fokus kami adalah menjaga lingkungan tetap bersih dan memastikan aktivitas pelabuhan tidak mengganggu masyarakat,” ujar Hari Priyatna, Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon.
Dari sisi operasional, kinerja throughput PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025. Hingga Oktober 2025, aktivitas bongkar muat mencatat pertumbuhan terutama pada komoditas curah kering seperti jagung, batu bara, tanah liat, pasir, dan pasir kuarsa seiring meningkatnya kebutuhan industri.
Realisasi throughput tercatat di angka 3,2 juta ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024 yakni 2,9 juta ton, atau tumbuh sekitar 7 persen.
Produktivitas operasional pun memperlihatkan capaian positif. Hingga Oktober 2025, produktivitas bongkar muat mencapai 2.705,93 Ton/Ship/Day (T/S/D), melampaui target sebesar 2.468 T/S/D, atau lebih tinggi 8,85 persen.
Capaian tersebut mencerminkan ritme produksi yang efisien dan konsisten, sekaligus menjadi pendorong utama peningkatan throughput cabang sepanjang tahun berjalan.
PTP Nonpetikemas menegaskan akan terus menjaga konsistensi dalam pengendalian lingkungan serta peningkatan kualitas kinerja operasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan keberlanjutan usaha sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan pelabuhan.**








