Ratusan Juta Rupiah Peralatan Dapur MBG Belum Terbayar, Pengelola Dinilai Cederai Program Unggulan Presiden

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT — Seorang warga Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan belum dilunasinya pembayaran peralatan dapur untuk program MBG oleh pihak pengelola berinisial RTH sejak Mei 2025.

Kepada Sorotnews, Kamis (19/3/2026), Nur Fauzan mengungkapkan bahwa awalnya RTH mengambil peralatan dapur MBG dengan total nilai mencapai Rp.546.075.000.

“Perjanjian awal, pembayaran dilakukan lunas dua bulan setelah barang diterima. Namun hingga saat ini, hal tersebut tidak terealisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak RTH justru melakukan pembayaran secara bertahap. Total pembayaran yang telah dilakukan sebesar Rp.165.000.000, sehingga masih tersisa tunggakan sebesar Rp.381.075.000.

Menurut Fauzan, peralatan dapur tersebut telah diserahkan sekitar Mei 2025 untuk memenuhi kebutuhan operasional dapur MBG di wilayah Wae Garit dan Mano.

Ia mengaku telah menempuh berbagai upaya, termasuk melaporkan persoalan tersebut ke Polres Manggarai. Dalam proses mediasi yang difasilitasi oleh salah satu anggota kepolisian, RTH sempat melakukan pembayaran sebesar Rp.115.000.000 secara mencicil.

“Beberapa hari lalu, dua pegawai dari pihak RTH kembali datang ke rumah saya dan menyerahkan uang sebesar Rp50.000.000. Namun hingga kini masih tersisa Rp381.075.000 yang belum dibayarkan,” jelasnya.

Fauzan juga menyebut bahwa telah dibuat surat perjanjian di hadapan anggota Polres Manggarai, yang menyatakan kesediaan RTH untuk melunasi seluruh kewajiban pembayaran. Namun, hingga kini komitmen tersebut belum terpenuhi.

Akibat kondisi tersebut, Fauzan mengaku mengalami kerugian dan tekanan dari pihak perusahaan penyedia barang yang terus menanyakan pelunasan pembayaran.

“Saya merasa sangat dirugikan. Kami sebagai pengusaha lokal justru terbebani. Seharusnya program unggulan Presiden tidak berdampak seperti ini,” tegasnya.

Ia menilai, tindakan pengelola dapur MBG tersebut telah mencederai semangat program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha lokal.

Fauzan pun berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat.

“Kami meminta kepada Presiden dan jajarannya agar membantu menyelesaikan persoalan ini. Kami berharap RTH dipanggil dan diminta segera melunasi tunggakan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, RTH membenarkan adanya pengambilan peralatan dapur MBG dari Nur Fauzan. Ia menyatakan akan bertanggung jawab dan berkomitmen untuk melunasi sisa pembayaran.

“Kami tetap bertanggung jawab. Saat ini hanya menunggu waktu untuk pelunasan,” kata RTH.

Menanggapi hal tersebut, Fauzan mengaku kecewa karena sejak Juni 2025, pihak RTH dinilai terus memberikan janji tanpa realisasi.

“Kami berharap dalam waktu dekat ini pembayaran segera diselesaikan tanpa ada penundaan lagi, agar kami juga bisa memenuhi kewajiban kepada pihak perusahaan,” tutupnya.**

Pos terkait