Rusia Peringatkan Dunia: Serangan Trump ke Iran Bisa Picu Bencana Nuklir Global

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Tim Red. 

MOSKOW, RUSIA – Ketegangan geopolitik dunia kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan udara terhadap fasilitas strategis milik Iran. Langkah sepihak ini memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk Rusia, yang memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat memicu krisis global yang berujung pada bencana nuklir.

Dalam pernyataan resminya, Moskow menyebut tindakan Washington sebagai pembukaan “kotak Pandora” yang berpotensi mengubah kawasan Timur Tengah menjadi medan konflik militer besar-besaran.

Serangan udara yang diluncurkan oleh skuadron pembom siluman AS pada dini hari kemarin diklaim oleh Presiden Trump sebagai upaya tegas untuk menghentikan program nuklir Iran.

“Kami telah mengambil bom langsung dari tangan Iran,” ujar Trump dalam pernyataan persnya yang menuai kontroversi dan kritik internasional.

Namun, langkah ini tidak mendapat dukungan dari banyak negara anggota Dewan Keamanan PBB. Dalam pertemuan darurat yang digelar di markas besar PBB di New York, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyampaikan kecaman keras dan memperingatkan potensi dampak luas yang mungkin ditimbulkan dari aksi militer AS.

“Tidak ada yang tahu bencana dan penderitaan apa yang akan muncul akibat tindakan ini,” tegas Nebenzia.

Ia menyebut bahwa Rusia telah mengupayakan jalur diplomatik untuk menyelesaikan persoalan nuklir Iran secara damai, namun menuding pemerintahan Trump tidak menunjukkan minat terhadap penyelesaian yang berbasis dialog dan negosiasi.

Dalam pernyataannya, Nebenzia menekankan bahwa dunia saat ini berada di ambang krisis besar. Jika eskalasi tidak segera dihentikan, Timur Tengah bisa menjadi titik awal dari konflik militer global yang lebih luas, bahkan tak menutup kemungkinan memicu konfrontasi bersenjata antar kekuatan besar dunia.

“Dunia sedang berjalan di tepi jurang. Jika tidak segera dikendalikan, ini bukan hanya akan menghancurkan kawasan, tetapi juga mengancam sistem keamanan internasional secara keseluruhan,” katanya.

Seruan keras dari Rusia tersebut menambah panjang daftar kecaman dari komunitas internasional yang mengkhawatirkan dampak lanjutan dari serangan AS terhadap Iran. Sejumlah negara Eropa seperti Prancis dan Jerman juga menyerukan penghentian segera segala bentuk agresi militer, dan mendesak semua pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Sementara itu, situasi di Timur Tengah dikabarkan semakin tegang. Militer Iran dalam kondisi siaga penuh dan sejumlah negara tetangga meningkatkan pengamanan perbatasan.

Langkah Trump ini menandai eskalasi paling signifikan dalam hubungan AS-Iran dalam beberapa tahun terakhir, menyusul keluarnya Washington dari perjanjian nuklir JCPOA pada 2018.

Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Washington dan Teheran, sembari berharap diplomasi masih memiliki ruang untuk mencegah konflik lebih luas yang bisa berujung pada kehancuran global.**

Pos terkait