Ruwah Desa Dusun Klumprik Balas Klumprik Digelar Meriah, Warga Jaga Tradisi dan Kebersamaan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.

SURABAYA, JATIM — Suasana cerah mewarnai perhelatan Ruwah Desa atau Bersih Desa Dusun Klumprik, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, pada Minggu (23/11/2025). Tradisi tahunan yang telah memasuki pelaksanaan ke-6 di era digital ini kembali digelar dengan meriah dan penuh kebersamaan.

Ketua Panitia Ruwah Desa, Zainal Arifin, yang akrab disapa Zain, menjelaskan bahwa kegiatan budaya ini merupakan agenda rutin warga Dusun Klumprik untuk menjaga nilai-nilai luhur, mempererat silaturahmi, serta melestarikan tradisi Jawa.

Ruwah Desa tahun ini diikuti oleh enam RT di lingkungan RW 02 Dusun Klumprik. Ketua RW 02, Matsalib, menyampaikan bahwa biaya kegiatan berasal dari iuran warga per KK sebesar Rp30.000–Rp50.000, ditambah dukungan dari para donatur dan sponsor, antara lain Honda MPM Simpang, Fifastra Oto, dan MCF Finance.

Masing-masing RT menampilkan kreasi seni dan budaya, mulai dari tari-tarian, parade busana tradisional, pakaian bertema budaya Nusantara, hingga atraksi Ogoh-Ogoh Naga Terbang dan Bantengan. Warga juga menyuguhkan hasil bumi seperti sayur-mayur dan buah-buahan, serta tampilannya makin meriah dengan iringan musik dan sound horeg.

Acara ini turut dihadiri para ketua RT 1 hingga RT 6, perangkat RW, serta jajaran pemerintahan dan keamanan, antara lain: Camat Wiyung Budiono, S.Pd., M.M. Anggota Polsek Wiyung dari Reskrim, Intelkam, Satlantas, dan Bimaspol. Babinsa Koramil Karangpilang. Kasibantrip Kelurahan Balas Klumprik. Satpol PP Kecamatan Wiyung. Satpol PP Kelurahan Balas Klumprik.

Dalam sambutannya, Camat Wiyung Budiono menyampaikan bahwa Ruwah Desa merupakan tradisi penting masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada para leluhur, serta doa bersama demi keselamatan dan kesejahteraan warga Dusun Klumprik.

“Tradisi ini adalah wujud syukur dan penghormatan terhadap leluhur. Selain itu, kegiatan ini mempererat persatuan warga, apalagi bertepatan dengan bulan November, semangat Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan selalu kita jaga,” ujarnya.

Ruwah Desa Dusun Klumprik kembali menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan dijaga melalui kebersamaan, gotong royong, serta antusiasme warga lintas generasi. Tradisi ini sekaligus menjadi momentum memperkuat hubungan sosial masyarakat di tengah perkembangan zaman.**

Pos terkait