RW 9 Kebraon Wakili Kecamatan Karangpilang dalam Lomba Pemanfaatan Pekarangan Tingkat Kota Surabaya

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri. 

SURABAYA, JATIM – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan, Pemerintah Kota Surabaya menggelar lomba pemanfaatan pekarangan rumah antar kelurahan se-Kota Surabaya. Salah satu lokasi penilaian lomba tersebut berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2025, di wilayah RT 07 RW 09, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya.

RW 09 dipilih sebagai perwakilan dari Kelurahan Kebraon dalam lomba yang diinisiasi oleh dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya ini. Kegiatan penilaian berlangsung meriah dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat setempat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Karangpilang, Ir. Ipong Wisnoe Wardono, MM, Lurah Kebraon Distiany Dwi Astuti, SH, Ketua RW 09 Kirmanto Lalu, Ketua RT 07 RW 09 Achmad Murtasya, tim dewan juri dari dinas terkait, serta kader-kader PKK dan pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) RW 09.

Dalam sambutannya, Lurah Kebraon, Distiany Dwi Astuti, SH, menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya berfungsi untuk memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

“Dengan menanam sayuran, buah-buahan, serta tanaman obat di pekarangan rumah, warga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga, menghemat pengeluaran, dan bahkan meningkatkan pendapatan melalui hasil panen,” ujar Distiany.

Program pemanfaatan pekarangan rumah menjadi strategi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini:

Sumber Pangan dan Gizi Keluarga: Tanaman seperti bayam, kangkung, cabai, tomat, serta buah dan umbi-umbian dapat menjadi alternatif pangan sehat dan bergizi bagi keluarga.

Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga: Dengan ketersediaan bahan pangan di rumah, warga tidak perlu membeli sayur atau bumbu dapur setiap hari.

Peningkatan Pendapatan: Hasil panen berlebih bisa dijual ke tetangga atau pasar terdekat. Bahkan, budidaya ikan atau ternak kecil juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Lumbung Hidup: Tanaman seperti singkong, ubi jalar, dan pisang bisa dipanen sewaktu-waktu sebagai cadangan pangan.

Apotek Hidup: Tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan sereh bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk penyakit ringan.

Lingkungan Asri dan Sehat: Pekarangan yang hijau dan tertata menciptakan suasana sejuk, nyaman, dan menyegarkan udara di sekitar rumah.

Edukasi Anak: Anak-anak dapat belajar tentang proses menanam dan merawat tanaman, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan.

Pengelolaan Limbah: Sampah dapur dan sisa makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman, sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

Dalam praktiknya, pemanfaatan pekarangan dapat dimulai dengan menanam berbagai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim dan kebutuhan keluarga. Budidaya ternak seperti ayam kampung atau ikan lele juga bisa menjadi opsi yang menarik dan mudah dilakukan di lahan terbatas.

Kegiatan lomba ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Surabaya untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta turut menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif.

Pemerintah Kota Surabaya melalui kegiatan ini juga mendorong peran aktif masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK, dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan membangun budaya bercocok tanam di perkotaan.**

Pos terkait