SD Negeri Wahanamekar Dapat Bantuan Revitalisasi DAK Tahun 2025 Senilai Rp.761.483.300

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Andri. 

KAB. TASIKMALAYA, JABAR – SD Negeri Wahanamekar, yang terletak di Kampung Leuwihieum, Desa Setiawangi, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi salah satu sekolah dasar yang mendapat kucuran dana program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Dasar tahun 2025 dari pemerintah.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbaiki infrastruktur sekolah agar lebih layak, aman, dan nyaman digunakan oleh siswa maupun tenaga pendidik.

Kepala SDN Wahanamekar, Nanang Sutiana, S.Pd, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima bantuan dana senilai Rp 761.483.300 yang dialokasikan sepenuhnya untuk belanja modal bangunan tempat pendidikan. Adapun penggunaan dana tersebut difokuskan pada 10 objek pembangunan, antara lain : Rehabilitasi enam ruang kelas dengan tingkat kerusakan sedang. Pembangunan ruang baru untuk Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan toilet guru. Rehabilitasi ruang perpustakaan serta toilet murid dengan kondisi kerusakan sedang hingga berat.

Pengerjaan revitalisasi ini direncanakan memakan waktu 131 hari kalender, terhitung sejak 23 Agustus hingga 31 Desember 2025. Menariknya, pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola, dengan melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sekolah, termasuk para wali murid.

Meski sejumlah ruang kelas sedang diperbaiki, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Selama masa pengerjaan, sebanyak 180 siswa SDN Wahanamekar sementara waktu menumpang belajar di gedung Madrasah Diniyah milik DKM Leuwihieum dan DKM Mundu.

Nanang menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam pengelolaan bantuan revitalisasi ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan pembangunan swakelola ini, terutama kepada saya pribadi sebagai penanggung jawab. Semoga ini menjadi ladang kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.Senin (29/09/2025).

Lebih lanjut, ia berharap hasil revitalisasi ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang.

“Dengan adanya revitalisasi ini, mudah-mudahan ke depan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. Kami juga berharap sekolah lain yang belum kebagian bantuan bisa segera mendapatkan giliran,” tambahnya.

Program revitalisasi sekolah seperti yang dijalankan di SDN Wahanamekar menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat. Bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di Tasikmalaya.**

Pos terkait