Sopir Taksi Bandara DEO Sorong Keluhkan Maraknya Taksi Online, Kepala Bandara Dorong Penataan dan Kesepakatan Bersama

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

SORONG, PBD – Sejumlah sopir yang tergabung dalam koperasi angkutan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong mengeluhkan maraknya taksi online yang beroperasi hingga masuk ke dalam kawasan bandara. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap penurunan pendapatan sopir resmi bandara yang selama ini telah memenuhi kewajiban setoran kepada pihak pengelola.

Keluhan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan sopir koperasi dengan Kepala Bandara DEO Sorong, Asep Soekardjo, S.H., M.H., pada Senin (28/4/2026). Dalam forum itu, salah satu perwakilan sopir, Dolphin Karet, menegaskan bahwa keberadaan taksi online yang bebas masuk tanpa pengaturan yang jelas menjadi persoalan utama yang dihadapi para sopir resmi.

Menurut Dolphin, para sopir koperasi selama ini secara rutin membayar setoran sebesar Rp500.000 per bulan kepada pihak bandara. Namun, mereka menilai belum adanya perlindungan maksimal terhadap hak-hak sopir resmi di lapangan.

“Kami datang untuk meminta penjelasan langsung dari Kepala Bandara terkait kondisi yang terjadi. Selama ini kami merasa ada ketidakseimbangan, karena kami memenuhi kewajiban, sementara kendaraan dari luar bebas masuk dan mencari penumpang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bandara DEO Sorong, Asep Soekardjo, menjelaskan bahwa tidak seluruh aspek operasional kendaraan di dalam kawasan bandara berada di bawah kewenangan penuh pihak pengelola bandara. Ia menegaskan adanya batasan kewenangan, termasuk terkait operasional taksi online yang juga diatur oleh pihak lain.

Meski demikian, Asep menekankan pentingnya penataan dan keteraturan di lingkungan bandara sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia juga mengimbau para sopir angkutan resmi untuk menggunakan seragam dan identitas resmi guna memudahkan penumpang dalam mengenali layanan transportasi yang legal.

“Bandara merupakan representasi pelayanan publik secara menyeluruh. Oleh karena itu, para sopir diharapkan berseragam, menggunakan ID Card, serta menjaga ketertiban agar penumpang merasa aman dan nyaman dalam memilih transportasi resmi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asep menyampaikan bahwa pihak bandara akan terus melakukan pembinaan dan edukasi kepada para sopir sebagai bagian dari ekosistem pelayanan. Namun, pengelolaan internal koperasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing organisasi.

Ia juga mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif serta kesepakatan bersama antara koperasi angkutan bandara dan penyedia layanan taksi online guna mencegah potensi konflik di lapangan.

“Saya berharap seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang baik. Setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui dialog agar tidak menimbulkan gangguan keamanan di kawasan bandara,” tegasnya.

Asep turut mengakui masih adanya keterbatasan pemahaman terkait mekanisme pengelolaan angkutan bandara, mengingat sistem yang berjalan merupakan warisan dari kepemimpinan sebelumnya. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pembenahan, termasuk menyiapkan area khusus bagi angkutan resmi bandara.

“Ke depan, kami akan menata kembali fasilitas, termasuk menyediakan lokasi khusus bagi angkutan resmi. Prinsipnya, jika kewajiban telah dipenuhi, maka fasilitas yang layak juga harus diberikan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut juga terungkap adanya perbedaan pemahaman antara sopir dan pengurus koperasi terkait penyampaian informasi. Sejumlah sopir mengaku belum menerima informasi secara utuh mengenai kebijakan maupun komunikasi yang telah dilakukan antara koperasi dan pihak pengelola bandara.

Sebagai tindak lanjut, para sopir berencana melakukan evaluasi internal, termasuk mempertimbangkan pembentukan koperasi baru yang dinilai lebih transparan dan mampu memperjuangkan hak-hak anggota secara efektif.

Melalui dialog tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat menemukan solusi bersama guna menciptakan sistem transportasi di Bandara DEO Sorong yang tertib, adil, dan berkelanjutan.**

Pos terkait