Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – Sebanyak 75 orang warga terdampak menolak kehadiran Pabrik Porang diduga milik Piter Henoek yang berlokasi di Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Informasi yang dihimpun Sorotnttnews, ke 75 orang yang menolak kehadiran Pabrik Porang itu merupakan warga yang tinggal berdekatan langsung dengan Pabrik, termasuk anggota Permodalan Nasional Madani (PNM) yang kantornya juga terletak berdekatan dengan lokasi Pabrik.
Data yang diakses Sabtu, 18 April 2026, rincian ke 75 warga yang menolak Pabrik Porang itu masing-masing, 50 warga berketurunan Sawu dan 22 orang anggota PNM.
Saat ini mereka dilaporkan sedang menggelar rapat internal secara rutin terkait langkah lanjutan yang harus disampaikan kepada Pemerintah setempat.
Para warga menilai kehadiran Pabrik porang itu sama sekali tidak membawa manfaat bagi lingkungan maupun bagi keberlangsungan hidup mereka.
Malah yang terjadi warga justru merasakan langsung dampak negatif dimana mereka menghirup asap dan limbah cair saat jam-jam operasi Pabrik Porang itu.
Dampak asap dan limbah cair itu dianggap berpotensi mengganggu pernapasan dan pencemaran lingkungan, terutama air.
Tak hanya itu, jam operasi yang kerap berlangsung hingga larut malam juga membuat warga sekitar merasa terganggu dengan bunyi mesin.
Warga sekitar, Delan Mahos mengaku merasa terganggu dengan jam-jam operasi Pabrik Porang, apalagi kerap berlangsung hingga larut malam.
Saat jam operasi, kata Delan, getaran mesin terasa hingga ke rumahnya, termasuk rumah warga lainnya.
Selain bunyi getaran mesin, asap dan limbah yang berasal dari Pabrik Porang juga membuat lingkungan sekitar terganggu.
Menurut Delan, jika ini dibiarkan maka akan berpotensi membawa dampak jangka panjang yang serius.
Lantas, ia meminta Pemerintah bersikap adil untuk mendengarkan keluhan warga dan adil dalam menyikapi persoalan pro dan kontra terkait pendirian Pabrik Porang ini.
“Kami yang tolak jumlahnya 75 orang, termasuk anggota PNM 22 orang dan 50 an lebih orang berketurunan Sawu. Kami minta pemerintah bersikap adil untuk mendengarkan keluhan kami yang terdampak langsung dengan Pabrik Porang” ucap Delan, Sabtu malam.
Hal yang sama juga disuarakan oleh Nikodemus, warga terdampak yang rumahnya berdekatan dengan lokasi Pabrik.
Bahkan, saking tidak setujunya dengan kehadiran Pabrik Porang, Nikodemus dengan tegas meminta agar Pabrik tersebut ditutup secara permanen demi kenyamanan warga sekitar.
Penegasan itu pernah ia sampaikan sewaktu mendatangi Kantor Lurah Wangkung beberapa waktu lalu, memprotes terkait kehadiran Pabrik Porang yang berpotensi membawa dampak kesehatan dan dampak lingkungan bagi warga.
Ia lantas meminta pemerintah untuk bersikap adil dalam menyikapi keluhan warga dan menetralisir pro dan kontra di wilayahnya.
“Jangan hanya survei di lokasi yang setuju saja, mereka itu tidak kena dampak. Tolong survei juga kami yang kena dampak langsung dari Pabrik ini. Tolong adil dalam menyikapi ini” tandas Nikodemus.
Terpisah media Sorotnews telah melakukan konfirmasi terkait aksi penolakan warga terhadap keberadaan Pabrik porang terhadap Piter Henoek.
Secara singkat beliau menjelaskan, “Sudah ada berita-beritanya banyak dimedia sosial. Ada plus dan minus.
Piterpun meminta kepada media ini untuk langsung kelokasi pabrik yang berada di sengari dan melihat ssituasinya sehingga bisa mengetahui kondisinya.
Menanggapi permintaan dari pemilik pabrik porang tersebut, Wartawan media Sorotnews memberi tanggapan bahwa sering melintas didekat lokasi pabrik tersebut.
Namun terkait kondisi riil yang ada, gambaranya diketahui setelah afa aksi penolakan dari warga sekitar lokasi.**
