HUT Ke-80 Jatim, Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Perkuat Sinergi Antar Daerah Atasi Kemiskinan Ekstrem

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri. 

SURABAYA, JATIM – Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerukan pentingnya penguatan sinergi antar pemerintah daerah untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di wilayah Jawa Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Eri usai mengikuti upacara peringatan HUT Pemprov Jatim yang digelar di Balai Kota Surabaya, Senin (14/10/2025). Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas daerah merupakan kunci utama dalam upaya pengentasan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurut Eri, bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota sejauh ini telah menunjukkan hasil yang positif. Salah satunya terlihat dari menurunnya angka kemiskinan ekstrem serta meningkatnya jumlah desa mandiri di Jawa Timur.

“Tadi dalam sambutan Ibu Gubernur juga disampaikan bagaimana pentingnya kolaborasi. Tidak bisa satu daerah berjalan sendiri. Turunnya angka kemiskinan ekstrem dan meningkatnya desa mandiri adalah bukti bahwa sinergi antarpemerintah daerah sangat luar biasa,” ujar Eri.

Ia menambahkan, Surabaya siap memperkuat kerja sama dan berbagi praktik baik dengan daerah-daerah lain, demi percepatan pengurangan kemiskinan, khususnya dalam skala ekstrem.

“Saya berharap dengan usia yang ke-80 tahun ini, semua kabupaten/kota semakin bersinergi. Termasuk Surabaya, supaya upaya menurunkan angka kemiskinan bisa lebih cepat dan lebih maksimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya juga menggelar upacara peringatan HUT ke-80 Pemprov Jatim di halaman Balai Kota. Wali Kota Eri Cahyadi didaulat membacakan sambutan resmi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Mengusung tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”, Khofifah dalam sambutannya menekankan bahwa capaian pembangunan di Jawa Timur merupakan buah dari kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur Khofifah, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan II tahun 2025 tercatat mencapai 5,23 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pertumbuhan ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Per Maret 2025, angka kemiskinan di Jawa Timur berhasil ditekan menjadi 9,5 persen, sementara kemiskinan ekstrem turun tajam dari 4,40 persen pada tahun 2020 menjadi hanya 0,66 persen di Maret 2024,” demikian kutipan dari sambutan Gubernur.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa hingga tahun 2025, Jawa Timur telah mencatatkan prestasi sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 4.716 desa.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Jawa Timur tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi menjangkau desa-desa sebagai basis kekuatan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan HUT ke-80 ini sebagai titik tolak menuju Jawa Timur yang semakin inklusif, unggul, dan berkelanjutan.

“Dengan semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh, mari kita jadikan momentum ini sebagai pijakan untuk terus melangkah ke masa depan yang lebih baik, berakhlak, dan mensejahterakan,” pungkasnya.**