Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan menggelar tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dengan mengikuti kegiatan nasional secara virtual sekaligus melaksanakan rangkaian kegiatan di tingkat satuan kerja, Senin (27/4/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Rutan Pekalongan dan terhubung dengan pusat acara di Auditorium Prof. Muladi Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan dihadiri unsur aparat penegak hukum, tokoh agama, dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya perwakilan Polsek Pekalongan Utara Aipda Toni, perwakilan Koramil 19/Pekalongan Utara Zuhri T.M., Ketua PC LDNU Kabupaten Pekalongan Ust. M. Mualla, perwakilan Paroki Santo Petrus Pekalongan Sukardi, S.Pd., Ust. Yasir Maqosid, Lc., M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan Dr. H. Abdul Wahab, S.Ag., M.Si., serta perwakilan Pokjaluh Kemenag Kota Pekalongan Ust. Saifudin Syakib Arsalan.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan nasional, Rutan Pekalongan juga melaksanakan kegiatan lokal berupa penyerahan penghargaan kepada mitra kerja, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, serta pemberian gerobak usaha bagi keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan kemandirian ekonomi.
Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan tema HBP ke-62, “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, sebagai arah kebijakan seluruh jajaran.
“Pemasyarakatan telah bertransformasi dari pendekatan penghukuman menjadi pembinaan yang menitikberatkan pada pemulihan dan reintegrasi sosial. Karena itu, seluruh jajaran harus terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Rutan Pekalongan Nanang Adi Susanto menegaskan kegiatan ini menjadi penguat sinergi dengan masyarakat.
“Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan kami maknai sebagai penguatan kolaborasi lintas instansi dan kepedulian sosial agar pembinaan warga binaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Peringatan ini menegaskan komitmen pemasyarakatan untuk terus memperkuat pelayanan publik yang humanis, transparan, dan berdampak bagi masyarakat luas.**
