Bupati KLU Najmul Akhyar Dukung SMK Pelayaran, Dorong SDM Maritim Kompetitif

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi.

LOMBOK UTARA, NTB – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mengarahkan fokus pembangunan pada penguatan sektor maritim melalui jalur pendidikan vokasi. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang mampu bersaing di industri pelayaran nasional maupun internasional.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pendirian SMK Bina Bahari Pelayaran yang digagas oleh Yayasan Sumala Samudra Jaya.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pendiri yayasan, Makmur Santosa, bersama Endi Tarwadi, pada 1 April 2026. Pertemuan itu menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya tenaga kerja maritim yang profesional dan siap kerja.

“Ini bukan sekadar wacana pendidikan, tetapi kebutuhan strategis daerah. Potensi maritim Lombok Utara sangat besar dan harus ditopang oleh SDM lokal yang kompeten,” tegas Najmul.

SMK Bina Bahari Pelayaran diproyeksikan menjadi sekolah kejuruan pelayaran pertama di Kabupaten Lombok Utara. Kehadirannya diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pendidikan maritim berbasis potensi daerah.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh, di antaranya Anak Agung Made Jelantik ABW sebagai penasihat yayasan. Sementara posisi Ketua Yayasan dipegang oleh Sudarsono Surya, yang memiliki pengalaman teknis di sektor kepelabuhanan nasional.

Pendiri yayasan, Makmur Santosa, menegaskan bahwa lembaga yang akan dibangun tidak hanya berorientasi pada kelulusan siswa, tetapi juga kesiapan kerja secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya mencetak lulusan, tetapi memastikan mereka siap kerja secara fisik, mental, dan profesional sesuai standar industri pelayaran,” ujarnya.

Bupati Najmul juga menekankan pentingnya kerja sama dengan rumah sakit daerah (RSUD) dalam penerapan standar kesehatan pelaut. Pemeriksaan kesehatan, mulai dari seleksi awal hingga Medical Check-Up (MCU) sebelum praktik lapangan, dinilai menjadi syarat mutlak bagi calon tenaga kerja maritim.

Meski mendapat dukungan pemerintah daerah, realisasi program ini akan sangat ditentukan oleh kesiapan implementasi di lapangan. Beberapa aspek krusial yang menjadi perhatian antara lain legalitas kelembagaan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kemitraan dengan industri pelayaran.

Apabila terealisasi secara optimal, SMK Bina Bahari Pelayaran berpotensi menjadi model pengembangan SDM maritim di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, keberadaannya diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Lombok Utara.

Sorotnews.co.id menilai, langkah ini merupakan kebijakan strategis yang patut diapresiasi. Namun demikian, pengawasan publik tetap diperlukan agar program tersebut tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar menjadi solusi nyata bagi penguatan sektor maritim daerah.**