Forgapa Hadir Satukan Pengusaha Asli Papua

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

SORONG, PBD – Kehadiran Forum Gabungan Asosiasi Pengusaha Orang Asli Papua (Forgapa) Papua Barat Daya diharapkan dapat menjadi wadah yang mempersatukan para pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dalam memperkuat peran ekonomi masyarakat lokal di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Ketua Forgapa Papua Barat Daya, Yance Iek, menegaskan bahwa organisasi tersebut dibentuk dengan niat tulus untuk menyatukan para pengusaha OAP, bukan karena adanya perpecahan atau persaingan antar kelompok pengusaha.

Hal tersebut disampaikan Yance Iek saat memberikan keterangan kepada awak media di salah satu kafe di Kota Sorong, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, selama ini banyak pengusaha Orang Asli Papua yang masih berjalan sendiri-sendiri tanpa memiliki wadah koordinasi yang kuat. Kondisi tersebut dinilai membuat aspirasi dan kepentingan ekonomi pengusaha lokal belum sepenuhnya terakomodasi dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah.

“Forgapa lahir dari niat yang tulus untuk mempersatukan pengusaha OAP. Kalau kita berjalan sendiri-sendiri tentu sulit memperjuangkan kepentingan bersama. Dengan bersatu, pengusaha asli Papua dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Papua Barat Daya,” ujar Yance.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Forgapa diharapkan mampu menjadi ruang koordinasi dan konsolidasi bagi para pengusaha OAP untuk saling memperkuat jaringan usaha serta memperjuangkan peluang ekonomi yang lebih besar.

Menurutnya, masih banyak peluang ekonomi di daerah yang belum sepenuhnya dinikmati oleh pengusaha lokal, terutama dalam proyek-proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah, baik APBD maupun APBN.

“Dengan adanya wadah seperti Forgapa, pengusaha OAP dapat saling mendukung dan memperjuangkan ruang yang lebih luas dalam berbagai sektor ekonomi,” jelasnya.

Yance juga menegaskan bahwa Forgapa Papua Barat Daya merupakan organisasi resmi yang memiliki struktur kepengurusan yang sah. Ia menyebutkan bahwa pengurus Forgapa Papua Barat Daya telah dilantik secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, pada 26 September 2025 di Hotel Loxio, Kota Sorong.

Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi bukti legitimasi organisasi dalam menjalankan perannya sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi pengusaha Orang Asli Papua di wilayah Papua Barat Daya.

“Pelantikan oleh Gubernur menjadi bukti bahwa Forgapa adalah organisasi yang sah dan memiliki legitimasi untuk menjadi wadah pengusaha OAP di Papua Barat Daya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Yance juga menegaskan bahwa Forgapa tidak bertanggung jawab atas tindakan maupun pernyataan oknum tertentu yang mengatasnamakan pengusaha OAP di luar struktur organisasi resmi.

Ia meminta masyarakat agar tidak menyamakan sikap organisasi dengan tindakan individu atau kelompok tertentu yang tidak berada dalam struktur kepengurusan Forgapa.

“Segala bentuk tindakan oleh oknum yang mengatasnamakan pengusaha OAP di luar struktur organisasi bukan menjadi tanggung jawab Forgapa,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa keberadaan organisasi pengusaha seperti Forgapa perlu diikuti dengan langkah konkret dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi masyarakat asli Papua.

Sejumlah pengamat ekonomi lokal di Sorong menilai bahwa tantangan terbesar yang dihadapi pengusaha OAP bukan hanya persoalan persatuan organisasi, tetapi juga akses terhadap modal usaha, kesempatan dalam proyek pembangunan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan organisasi dan keterlibatan pengusaha OAP dari berbagai wilayah di Papua Barat Daya dinilai penting agar organisasi tersebut benar-benar menjadi representasi bersama.

Di tengah pesatnya pembangunan Papua Barat Daya sebagai provinsi baru, banyak pihak berharap kehadiran Forgapa dapat memperkuat posisi pengusaha Orang Asli Papua agar tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, organisasi pengusaha, dan masyarakat adat, peluang ekonomi di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, jasa, perdagangan hingga industri lokal diharapkan dapat lebih terbuka bagi pengusaha asli Papua.

Yance Iek pun berharap seluruh pengusaha OAP di Papua Barat Daya dapat menjaga persatuan serta bersama-sama membangun kekuatan ekonomi melalui wadah organisasi yang resmi dan terstruktur.

“Kami berharap seluruh pengusaha OAP bisa bersatu dan bekerja sama melalui Forgapa untuk mendukung pembangunan ekonomi di Papua Barat Daya,” pungkasnya.**