Haji Uma Imbau Masyarakat Hati – Hati Terhadap Aksi Penipuan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Hendra. 

BANDA ACEH, ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap aksi penipuan yang kembali marak di plafform sosial media Facebook (FB) baru-baru ini.

Hasil pantauan di platform media sosial FB, kali ini para pelaku menggunakan modus dengan cara pembagian sembako, bantuan modal usaha kepada warga, dibukanya pendaftaran PPPK 2024 dan pengiriman uang dengan meminta slip pengiriman kembali.

“Ini adalah penipuan yang kembali marak, masyarakat harus waspada dan hati-hati. Apalagi aksi penipuan oleh pihak tertentu dan tidak bertanggung jawab ini selalu memanfaatkan berbagai macam program yang sedang digulirkan dan menyasar korban secara acak. Jadi, siapapun dapat menjadi korban”, kata Haji Uma, Minggu (29/9/2024).

Lebih lanjut, Haji Uma menegaskan jika dirinya dan seluruh staf maupun tim penghubungnya di daerah tidak pernah memberikan sembako atau modal usaha, membantu berbagai macam pengurusan dan lain sebagainya. Apapun bentuk yang terkait dengan itu adalah penipuan, baik itu melalui FB, Whatsapp maupun aplikasi lain.

Karena itu, Haji Uma menyarankan agar masyarakat tidak menanggapi lebih lanjut setiap ada hal semacam itu karena jelas penipuan. Jka perlu langsung video call setiap ada yang minta nomor HP ataupun semacamnya.

“Mari kita bijak dalam mencermati serta senantiasa berhati-hati dalam penggunaan media sosial, agar terhindar dari penipuan, pencemaran nama baik, maupun hal – hal negatif lainnya”, tutup Haji Uma.*

Pemenang Kontes Waria Dari Aceh, Haji Uma : Itu Adalah Penghinaan Bagi Aceh

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Hendra.

BIREUEN, ACEH – Transgender yang dilaksanakan di hotel Orchartdz Jakarta pada 04 Agustus lalu tersebar luas melalui platfon beranda media sosial terutama tik-tok yang menampilkan Ayu Saree sebagai pemenang kontes berselempang Aceh.

Haji Uma angkat bicara setelah sejumlah netizen meminta tanggapannya, menurut Haji Uma peserta yang mengatasnamakan mewakili Aceh merupakan penghinaan bagi Aceh dengan daerah penerapan Syariat Islam.

“Itu penghinaan bagi Aceh, saya justru menduga mereka sengaja membenturkan penerapan Syariat Islam di Aceh dengan memenangkan peserta dari Aceh yang tidak jelas asal usulnya,” ungkap Haji Uma.

Haji Uma menambahkan orang Aceh hanya ada laki-laki dan perempuan, tidak ada sudut yang mengatur legalitas waria di Aceh.

Sejauh ini Haji Uma mengatakan belum mengetahui lembaga apa yang melaksanakan kontes tersebut, sehingga Haji Uma belum bisa mengambil tindakan konkrit terhadap masalah ini.

Haji Uma melalui pemberitaan ini juga meminta panitia pelaksana kontes transgender tersebut harus meminta maaf kepada rakyat Aceh dan kedepan tidak boleh lagi ada penerimaan peserta mewakili Aceh.

“Mereka harus minta maaf dan kedepan tidak boleh adalagi peserta dari Aceh untuk kegiatan apapun atas nama waria atau transgender, jangan rusak nama Aceh,” tutup Haji Uma.*

Haji Uma Bantu Biaya Pendamping Untuk Pasien Anak Penderita Bocor Jantung Asal Bener Meriah

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Hendra. 

BENER MERIAH, ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma membantu biaya pendamping bagi Muhammad Ridwan (5), pasien anak penderita bocor jantung asal Kampung Wih Tenang Uken Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh.

Muhammad Rizwan, anak dari pasangan Khalizar Ayuni dan Hendriani yang menderita bocor jantung sejak lahir, merupakan pasien rujukan dari Rumah Sakit Adam Malik, Sumatera Utara yang saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Upaya bantuan dari Haji Uma tersebut merupakan tindak lanjut setelah menerima surat dari Reje (Kepala Desa) Kampung Wih Tenang Uken yang meminta dukungan fasilitasi serta bantuan biaya pendampingan bagi Muhammad Rizwan.

“Menindaklanjuti surat Reje Kampung Wih Tenang Uken, saya meminta Staf Penghubung di Aceh Tengah untuk menjenguk dan menyerahkan biaya pendamping pasien kepada keluarga. Harapannya dapat meringankan beban keluarga selama proses perwatan di rumah sakit,” ujar Haji Uma, Sabtu (27/7/2024).

Haji Uma melanjutkan bahwa bantuan yang diserahkan langsung oleh Staf Penghubungnya di Aceh Tengah kepada merupakan bantuan tahap awal. Haji Uma berkomitmen akan menanggung biaya makan pendamping Muhammad Ridwan hingga selesai proses perawatan di Rumah Sakit Harapan Jakarta.

Sementara itu, pihak keluarga yang diwakili Susiana selaku adik kandung orang tua Muhammad Ridwan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Haji Uma yang telah membantu biaya untuk  pendamping Muhammad Ridwan selama menjalani proses perwatan medis.*

Haji Uma Tanggung Biaya Bayi Penderita Tumor Ganas Asal Aceh Tengah

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Hendra. 

ACEH TENGAH, ACEH – Anggota DPD RI Asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma membantu biaya untuk pendampingan Athar Rafif (3Tahun 4 Bulan) asal Desa Kenawat Kecamatan Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah.

Athar Rafif di diagnosa menderita tumor ganas (pedosarkoma) dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Kota Medan (Sumatera Utara).

Haji Uma sendiri mendapat informasi akan kondisi Athar dari Lialison Officer (LO) nya di Aceh Tengah serta surat dari Reje (Kepala Desa) Keunawat yang memohon bantuan untuk Athar Rafif.

Menindaklanjuti surat dari Reje Keunawat, Haji Uma langsung meminta LO nya di Aceh Tengah, Alwin guna menyerahkan biaya makan untuk pendamping Athar.

Dengan bantuan biaya pendamping ini, Haji Uma berharap dapat meringankan beban keluarga selama menjalani pengobatannya.

“Kita akan menanggung biaya pendamping Aftar Rafif selama pengobatannya di RS Murni Teguh Medan. Bantuan ini nantinya akan kita serahkan setiap bulannya,” tutur Haji Uma, Senin (22/7/2024).

Haji Uma juga meminta keluarga fokus mendampingi Athar Rafif hingga selesai seluruh tahapan pengobatan, hingga dinyatakan selesai dan dibolehkan pulang ke Aceh kedepannya.

“Kita harap keluarga dapat fokus untuk pengobatan Athar Rafif hingga selesai dan berdoa untuk kesembuhannya,” harap Haji Uma.

Sebelum dirujuk ke RS Murni Teguh Medan, anak pasangan Saiful dan Sulastri ini sempat dirawat di RS Datu Beru Takengon.

Sementara itu Saiful, ayah bocah tersebut merasa lega dan terharu dengan adanya bantuan dari Haji Uma selama berobat di Medan.

“Alhamdulillah terimakasih pak Haji Uma sudah sudi mendengar aspirasi kami dan menanggung biaya pendampingan anak kami,” ungkap Saiful.

Semoga saja, Allah SWT membalas semua kebaikan bapak H. UMA.*

Haji Uma Bantu Bayi Penderita Bocor Jantung

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Hendra. 

JAKARTA – Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman Haji Uma kembali membantu pasien sakit jantung Qiana Ramadani bayi yang masih berumur 1 tahun asal Aceh warga Desa Mesjid Beureuleng, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie yang dirujuk ke Jakarta.

Qiana Ramadani (1) bayi penderita bocor jantung yang berangkat ke Jakarta bersama ibu kandungnya Nurhayati (37) dari RSZA Banda Aceh dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Senin (8/7/2024).

Nurhayati (37) ibu kandung balita tersebut awalnya kebingungan berangkat ke jakarta masalah tempat tinggal dan biaya hidup selama di Jakarta.

Kemudian ia mengirimkan proposal permohonan bantuan kepada Anggota DPD RI H Sudirman Haji Uma. Hal tersebut tersampai ke telinga Haji Uma kemudian beliau menelpon langsung ibu balita tersebut.

Haji Uma mengatakan sedih mendengar tangisan sang orang tua bayi asal Pidie Tersebut. Ia mengatakan, “Neubantu Aneuk long Teungku Haji,” ucap ibu kandung bayi tersebut kepada Haji Uma.

Setelah Haji Uma berkomunikasi dengan ibu bayi tersebut ia menyahuti permohonan bantuannya.

“Alhamdulillah udah kita sewa tempat tinggal dan kita tanggung biaya hidup selama berobat di jakarta dimana nantiknya setiap bulan kita kirim biaya makan dan kita pantau perkembangannya,” kata Haji Uma.

Sedangkan Nurhayati (37) ibu kandung bayi mengucapkan ribuan terima kasih kepada Haji Uma.

“Terima kasih banyak pak Haji Uma sudah membantu kami, saya tidak bisa berkata-kata lagi, hanya allah yang akan membalas semuanya,” ucap ibu Kandung Aqila dengan nada yang sedih.

Kedatangan Nurhayati (37) ke Jakarta bersama bayi tersebut langsung disambut oleh tim kordinator kos yang sudah di siapkan Haji Uma sebelumnya.

Dimana Keberangkatan Nurhayati dan bayi dari Aceh ke Jakarta ikut di tanggung tiket pesawat oleh Pemerintah Aceh melalui Baitul Mal.

Peristiwa meninpa qiana Ramadhani merupakan Anak 4 bersaudara dari pasangan Muhammad Rizal (37) dan Nurhayatii (38) baru di ketahui setalah bayi membiru pada saat usia 8 bulan dan kemudian dokter merekomendadikan untuk di operasi ke Jakarta.

Pada saat itu di bulan April 2024 Nurhayati dan Muhammda Rizal merasa panik karna ketiadaan biaya bertahan di Jakarta nantinya.

Akhirnya mencoba bertahan namun kondisi bayi semakin parah dan membiru serta sesak nafas akibat bocor jantung yang di alami.

Setelah terkonek dengan salah satu karyawan RS Zainal Abidin lalu di fasilitasi untuk terhubung dengan Haji Uma ,baru kemudian pasien di berangkatkan dan tiba di jakarta pada jam 19:00 dengan mengunakan Pesawat Pelita Air melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh.

Haji Uma berharap Anak Qiana Ramadhani bisa segera sembuh dan untuk Orang Tua agar bersabar dan selalu berdoa kepada Allah.*