KMP Tunu Pratama Jaya Klarifikasi Soal Keluhan Masyarakat, Begini Kata Manager Dan Supervisi

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi. 

MUNA, SULTRA – KMP Tunu Pratama Jaya adalah sebuah kapal motor yang berfungsi untuk mengangkut penumpang dan kendaraan melintasi jalur penyeberangan, khususnya antara Pelabuhan Torobulu di Konawe Selatan dan Pelabuhan Tampo di Muna, Sulawesi Tenggara. Kapal ini memiliki kapasitas yang cukup besar, dengan panjang 60,2 meter, lebar 11,5 meter, dan dek angkutan kendaraan yang bisa menampung kendaraan besar seperti kontainer. KMP Tunu Pratama Jaya merupakan salah satu kapal muatan penumpang jalur Torobulu-Tampo yang jadwal operasi terhitung sebanyak 2 (dua) kali perhari.

Menanggapi pertanyaan audiens Kepala Biro Sorotnews Sulawesi Tenggara terkait keluhan masyarakat terhadap KMP Tunu Pratama Jaya Reinaldy supervisi KMP Tunu Pratama Jaya menjelaskan bahwa

“Terkait beberapa Keluhan masyarakat yang dilimpahkan kepada Pers, utamanya terkait biaya penyeberangan bagi mahasiswa asal Kelurahan Napabalano dan Tampo yang menggunakan kendaraan roda dua, kami dari KMP Tunu Pratama selalu memberikan pengurangan biaya bagi mahasiswa yang berasal dari Kelurahan Napabalano dan Tampo,” ungkapnya.

“Namun untuk kapasitas yang bisa kami berikan kebijakan pengurangan biaya yaitu paling banyak 5 biji motor bagi mahasiswa asal Kelurahan Napabalano dan Tampo. Hal demikian tidak bisa kami dongkrak untuk penambahan lagi karena kami juga hanya sebagai bawahan yang tentu di atura oleh atasan kami di pusat. Dan kekurangan dari biaya tiket kapal bagi 5 (lima) biji motor tersebut kami sendiri yang menutupi atau membayar kekurangannya,” Jelas Aldy.

“Dan untuk kontribusi kami di pelabuhan Tampo ini, kami dari KMP Tunu Pratama Jaya bukan tidak memberikan kontribusi. Untuk biaya sandar di pelabuhan Tampo ini kami membayar pada pengelola pelabuhan sebesar 3-4 juta setiap bulannya dan juga setiap ada kegiatan seperti perayaan 17 Agustus dan kegiatan sosial lainnya itu kami selalu memberikan sumbangsih,” terang Aldy.

Terkait harapan masyarakat Napabalano dan Tampo terkait sistem penerimaan pegawai KMP Tunu Pratama Jaya, Rio Mariadi manajer KMP Tunu Pratama Jaya melakukan perubahan sistem penerimaan.

“Sebelum-sebelumnya KMP Tunu Pratama Jaya melakukan perekrutan pegawai hanya berdasarkan titipan dari atasan. Namun saya coba untuk merubah sistem tersebut agar penerimaan pegawai KMP Tunu Pratama Jaya dilakukan berdasarkan tahapan seleksi yang disebarkan melalui email, sehingga masyarakat lain utamanya warga Kelurahan Napabalano dan Tampo juga bisa bergabung menjadi pegawai KMP Tunu Pratama Jaya”. jjar Rio.

Senada keduanya berharap apa yang menjadi harapan masyarakat Kelurahan Napabalano dan Tampo sebagai ring 1 dari pelabuhan Tampo terhadap KMP Tunu Pratama Jaya selalu terlaksana tanpa halangan dan insyaallah keberadaan KMP Tunu Pratama Jaya akan selalu menghadirkan manfaatnya bagi warga Kecamatan Napabalano.

KMP Tunu Pratama Jaya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepada Sorotnews khusus nya Kepala Biro Sorotnews Sulawesi Tenggara Agus Minardi. Yang telah melakukan audiensi terkait keluhan masyarakat Napabalano dan Tampo, keduanya menyatakan pentingnya perilaku transparansi terhadap pengelolaan demi kesuksesan dan kemaslahatan bersama. Tutup manajer dan supervisi KMP Tunu Pratama Jaya.**