Laporan wartawan sorotnews.co.id ; Asep Suebu.
BIAK, PAPUA — Aktivitas perjudian togel (toto gelap) diduga berlangsung secara terang-terangan di kawasan Pasar Opsi, Biak. Ironisnya, lokasi aktivitas ilegal tersebut hanya berjarak beberapa meter dari bagian belakang Kantor Polsek Biak Kota. Keberanian para pelaku beroperasi begitu dekat dengan markas aparat penegak hukum memunculkan pertanyaan serius mengenai ketegasan dan komitmen pihak berwenang.
Pantauan langsung awak media pada Senin (17/11/2025) menemukan adanya sebuah lapak yang secara terbuka melayani pemasangan nomor togel. Tidak tampak adanya upaya penertiban dari aparat kepolisian, meski lokasi itu terbilang mudah terlihat dan berada di area publik yang ramai.
Kegiatan yang diduga melanggar hukum tersebut terkesan dibiarkan berjalan tanpa gangguan, sehingga menimbulkan persepsi bahwa praktik perjudian ini seolah memiliki “zona aman” dari operasi penegakan hukum.
Informasi yang diperoleh di lapangan mengungkap bahwa jaringan togel di Kota Biak diduga beroperasi secara terstruktur. Setiap hari, terdapat enam putaran pasaran aktif, yakni Hosaki, Comboja, Sidney, Singapur, Brasil, dan Hongkong. Roda perjudian ini berputar dari siang hingga malam, menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan sekadar aksi individu, melainkan bagian dari jaringan terorganisir.
Lebih jauh, sumber internal yang ditemui awak media menyebut adanya figur yang diduga berperan sebagai aktor utama dalam mengendalikan jaringan togel di wilayah Biak. Nama Winsen disebut sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat dan diduga menjadi pengendali utama perputaran bisnis ilegal tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BARAPEN Papua, Edison Suebu, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menilai pembiaran aktivitas perjudian yang berlangsung tepat di belakang Polsek Biak Kota sebagai bentuk pelemahan terhadap hukum dan potensi merusak kepercayaan masyarakat.
“Pembiaran seperti ini sangat merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Kami mendesak Polda Papua dan Polres Biak Numfor untuk tidak tutup mata. Turun tangan langsung, usut tuntas, dan tangkap bos besar togel di Biak ini. Jangan hanya yang kecil-kecil yang menjadi sasaran,” tegas Edison Suebu.
Desakan publik kini semakin kuat agar Polres Biak Numfor segera mengambil langkah tegas dan transparan. Selain menertibkan lapak-lapak penjual nomor, masyarakat juga berharap aparat membongkar jaringan hingga ke aktor intelektualnya demi memulihkan wibawa hukum di tanah Papua.**
