Reses DPRK di Aifat Selatan Maybrat, Warga Empat Kampung Sampaikan Aspirasi Infrastruktur Hingga Pemekaran Distrik

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

MAYBRAT, PBD – Kegiatan reses Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) yang dilaksanakan di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, dimanfaatkan masyarakat sebagai momentum strategis untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Kunjungan tersebut berlangsung di empat kampung, yakni Kampung Fuog, Kampung Sanem, Kampung Srumate, dan Kampung Fuog Selatan, pada Jumat (17/4/2026).

Dalam forum reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang dinilai mendesak guna meningkatkan kesejahteraan serta kualitas pelayanan dasar di wilayah mereka.

Aspirasi utama yang mengemuka berkaitan dengan peningkatan infrastruktur jalan. Warga menyoroti kondisi ruas jalan Tahsimara–Fuog Selatan dan Asiafsaman–Fuog Selatan yang hingga kini belum memadai. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat, termasuk akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi.

Selain perbaikan jalan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi jembatan di sejumlah titik sepanjang jalur tersebut. Keberadaan jembatan yang layak dinilai sangat krusial untuk menjamin kelancaran transportasi, terutama saat musim hujan.

Di sektor energi, masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan layanan listrik melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hingga saat ini, sebagian wilayah masih belum terjangkau jaringan listrik yang memadai, sehingga berdampak pada keterbatasan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.

Pada bidang pendidikan, warga menyoroti keterbatasan tenaga pengajar di Sekolah Dasar YPK Eben Heizer Fuog. Mereka berharap adanya penambahan serta penempatan guru agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, di sektor kesehatan, masyarakat mengusulkan pembangunan fasilitas layanan kesehatan di Kampung Fuog yang dilengkapi tenaga medis, seperti perawat maupun petugas kesehatan lainnya. Fasilitas tersebut diharapkan dapat melayani empat kampung sekaligus, yaitu Fuog, Sanem, Srumate, dan Fuog Selatan.

Warga juga mengungkapkan bahwa akses menuju rumah sakit maupun puskesmas terdekat masih tergolong jauh. Kondisi ini menyebabkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan kerap lebih besar dibandingkan biaya pengobatan, sehingga menjadi beban tambahan bagi masyarakat.

Selain kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar, masyarakat Fuog Raya yang terdiri dari sekitar 10 kampung turut mengusulkan pemekaran distrik. Kampung-kampung tersebut meliputi Fuog, Sanem, Srumate, Fuog Selatan, Womba, Tahsimara, Same Rakator, Sabah, dan Asiafsaman yang saat ini berada dalam wilayah Distrik Aifat Selatan dan Aifat Timur Selatan.

Usulan pemekaran ini didasari oleh luasnya wilayah administratif yang dinilai menyulitkan jangkauan pelayanan pemerintahan. Dengan pembentukan distrik baru, masyarakat berharap pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, merata, dan efektif.

Kegiatan reses ini diharapkan menjadi sarana strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.**