Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan utusan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Kamis (31/7/2025).
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, serta menjadi ajang silaturahmi strategis untuk bertukar pandangan mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan, toleransi lintas agama, dan kebhinekaan sebagai fondasi pertahanan bangsa yang kokoh.
Dalam pernyataannya, Menhan Sjafrie menekankan bahwa tantangan pertahanan nasional saat ini tidak hanya berasal dari ancaman fisik atau militer, tetapi juga dari persoalan sosial budaya dan disintegrasi identitas bangsa.
“Pertahanan negara tidak hanya bergantung pada kekuatan alutsista atau militer. Nilai kebangsaan, persatuan, dan budaya toleransi merupakan kekuatan lunak (soft power) yang tak kalah penting dalam menjaga kedaulatan,” ujar Menhan.
Pertemuan ini juga menjadi momen memperkuat sinergi antara Kemhan dan DMDI dalam mempromosikan pendekatan budaya dan nilai-nilai keislaman moderat sebagai bagian dari strategi pertahanan non-militer.
Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) merupakan organisasi internasional yang menghimpun komunitas Melayu Muslim dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, hingga Afrika Selatan dan Sri Lanka. Organisasi ini aktif dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan, dan dakwah, serta memainkan peran dalam membangun jejaring antarbangsa berbasis nilai dan sejarah yang sama.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa penguatan identitas kebangsaan melalui jalur budaya dan agama harus terus diarusutamakan, khususnya di tengah dinamika global yang kian kompleks.
“Kami melihat kerja sama ini sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan bangsa secara menyeluruh. Kemhan akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen, termasuk dari komunitas internasional seperti DMDI,” tambah Menhan Sjafrie.
Pertemuan ini ditutup dengan harapan agar kerja sama antara Kementerian Pertahanan RI dan DMDI dapat terus dikembangkan melalui program-program nyata yang menyasar generasi muda, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan di seluruh wilayah Tanah Air.**
