Wagub Johni Asadoma Buka Lomba Paduan Suara Natal Tingkat Provinsi NTT dan Parade Santa Claus Tahun 2025

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma berkesempatan hadir dan membuka langsung pagelaran Lomba Paduan Suara Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 di Aula El Tari Kupang pada Kamis 18 Desember 2025. Lomba tersebut mengangkat tema “Natal Budaya Lokal, Kearifan Lokal, dan Kasih Universal”.

Terdapat 28 Peserta yang ikut berpartisipasi dalam lomba paduan suara tersebut diantaranya mewakili Instansi Pemerintahan, TNI hingga perwakilan Gereja-Geraja di Kota Kupang.

Wakil Gubernur dalam sambutannya mengungkapkan lomba tersebut sebagai sarana membangun kebersamaan.

“Lomba Paduan Suara Natal ini tidak hanya berfokus pada perlombaan semata, tetapi memiliki nilai pembinaan serta menjadi momentum menjaga dan merawat kebersamaan,” kata Wakil Gubernur.

Tentu lomba ini sebagai sarana penguatan karakter, proses latihan dan penampilan menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, ketekunan, kerendahan hati, dan sportivitas. Kita harapkan melalui ajang ini dapat mencetak bakat-bakat hebat dalam bidang tarik suara baik secara kelompok maumpun individu,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada 28 peserta yang sudah berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik untuk berpartisipasi dan memeriahkan lomba ini. Semangat untuk mengikuti lomba dan berikan yang terbaik,” kata Wagub.

Selain membuka Lomba Paduan Suara Natal Tingkat Provinsi NTT, di hari yang sama Wakil Gubernur NTT juga membuka Parade Santa Klaus di Jalan El Tari Depan Rumah Jabatan Gubernur.

Lomba Parade Santa Klaus ini juga dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam rangka memeriahkan Natal tahun 2025. Parade ini menghadirkan peserta yang mengenakan kostum Santa Claus serta dekorasi kendaraan yang inovatif dan meriah.

Terdapat 64 peserta yang terdaftar, paling banyak berasal dari komunitas Kota Kupang, diikuti dari berbagai kalangan termasuk masyarakat umum dan pejabat lokal.

Penilaian Parade ini juga dilakukan oleh juri independen yang berpengalaman di bidang fashion, seni, dan desain dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Terima kasih kepada semua yang sudah berpartisipasi. Kali ini mungkin baru yang pertama kita laksanakan parade ini, dan tahun depan kita akan buat yang lebih meriah,” jelas Wagub Johni.**

Gubernur Melki Laka Lena Pimpin Upacara HUT KORPRI ke-54 Tahun Tingkat Provinsi NTT

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Ke-54 Tahun 2025 tingkat Provinsi NTT, bertempat di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Senin (1/12/2025).

Turut hadir Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, unsur Forkopimda NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni, Plh. Sekda Provinsi NTT, Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, serta para Pimpinan Perangkat Daerah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT.

Dalam sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrulloh, yang dibacakan langsung oleh Gubernur NTT pada kesempatan tersebut, disebutkan bahwa Korpri telah lahir dan melalui perjalanan panjang sejak era Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto.

“Jika kita menengok Sejarah, KORPRI lahir sebagai wadah perhimpunan Pegawai Republik Indonesia, yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto, melalui Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korps Pegawai Republik Indonesia, pada tanggal 29 November 1971,” ujarnya.

“Kita bersyukur hari ini, kita bersama-sama memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI, untuk itu atas nama organisasi KORPRI, dan pribadi, saya menyampaikan “Selamat Ulang Tahun ke-54 kepada seluruh anggota KORPRI di manapun Saudara-saudara bertugas,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti, dedikasi, dan loyalitas yang telah ditunjukkan para ASN selama lebih dari setengah abad dalam menjalankan tugas negara.

“Saudara telah bekerja keras untuk melayani dengan sepenuh jiwa, profesional dan bekerja untuk kemaslahatan masyarakat, kejayaan bangsa, serta kemajuan negara,” ungkap Gubernur Melki membacakan sambutan Zudan.

Lebih lanjut, Ia mengatakan melalui tema peringatan HUT KORPRI ke-54 tahun ini “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju”, mencerminkan tekad ASN untuk tetap menjaga persatuan, solid, berintegritas, dan mandiri dalam pengabdian, menjadi kekuatan moral dan profesional, menjadikan KORPRI sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak birokrasi demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, berdaya saing, dan berkeadilan, dengan semangat memperkuat solidaritas dan persatuan di antara anggota KORPRI.

“Harus kita ingat dan kita sadari bersama, bahwa pengabdian serta perjuangan KORPRI bagi negeri ini memiliki arti yang sangat mendalam. Dalam setiap langkah dan karya, KORPRI senantiasa hadir sebagai abdi negara yang bekerja dengan tulus, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan menjaga keutuhan serta keberlangsungan pelayanan publik di seluruh penjuru tanah air,” terangnya.

“Oleh karena itu, kesejahteraan para anggota KORPRI harus menjadi perhatian utama. Pola karier dan pengembangan profesionalisme hendaknya terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan-kepentingan lain yang dapat mengganggu netralitas. Kemandirian dan netralitas KORPRI harus senantiasa dijaga, karena kedua hal inilah yang menjadi dasar kekuatan organisasi ini dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berwibawa.”

“Kita semua patut berbangga, karena di mana pun tugas negara memanggil, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, anggota KORPRI selalu hadir, tetap setia mengabdi, dan tidak pernah lelah berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Semoga semangat pengabdian ini terus menyala di setiap insan KORPRI, demi Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan sejahtera.” Jelasnya.

Dijelaskan Zudan, di era digital dan globalisasi saat ini, yang menuntut perubahan besar dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak, para ASN harus mampu beradaptasi dengan teknologi, bekerja lebih cepat, efisien, inovatif, dan berdaya saing.

“Saya ingin ASN menjadi penggerak utama transformasi digital pemerintahan, bukan sekadar pelaksana. Gunakan teknologi untuk mempermudah pelayanan, memperkuat transparansi dan membangun kepercayaan rakyat,” terangnya.

Komitmen pemerintah untuk penguatan KORPRI sudah jelas dan sangat kuat, berbagai upaya terus dilakukan. Salah satu program reformasi birokrasi yaitu dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Penggantian Undang-Undang yang belum dilaksanakan selama 10 Tahun tersebut bertujuan semata-mata untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan zaman guna penguatan kepentingan ASN, menjaga kode etik profesi, standar pelayanan Aparatur Sipil Negara, dan meneguhkan jiwa korps ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

“Kita harus Bersama-sama menjaga agar reformasi birokrasi tetap dalam semangat besar agar semakin melindungi, memudahkan dan membahagiakan ASN dan Masyarakat,” tegas Zudan.

Sebagai Ketua Umum KORPRI, Zudan juga menegaskan bahwa KORPRI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, yang harus terus diperkuat sebagai penggerak profesionalisme dan integritas aparatur negara. KORPRI memiliki peran penting dalam memastikan ASN menjalankan tugasnya sebagai desainer kebijakan, pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat dan pemersatu bangsa.

“Dan tidak boleh dilupakan saat ini anggota Korpri adalah penggerak utama birokrasi untuk mengimplementasikan Rp 3.600 Trilyun APBN dan Rp. 1.300 Trilyun APBD agar bisa efektif dan efisien. Saya minta seluruh anggota Korpri yang menjalankan APBN dan APBD ini benar-benar focus untuk mewujudkan ASTA CITA Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.

Zudan juga mengajak seluruh anggota Korpri dimanapun berada untuk mengambil sikap KORPRI SIAGA. Dimana menjadikan momentum hari Peringatan ke 54 Tahun Korpri sebagai bentuk Apel Kesiapsiagaan Korpri untuk menutup tahun 2025 dan mengawali tahun 2026. Zudan mengajak seluruh anggota Korpri yang berjumlah 5,5 Juta ASN untuk terus siap siaga, melalui delapan Tekad Kesiapsiagaan Korpri yang wajib dilaksanakan dengan penuh kekompakan dan soliditas, yang meliputi :

“Pertama, Perkuat persatuan dan soliditas korps. Jadikan KORPRI sebagai rumah besar seluruh ASN yang kokoh, kompak, dan setia pada Pancasila, UUD 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia,”

“Kedua, Tegakkan netralitas dan integritas. ASN harus berdiri di atas semua kepentingan politik, menjunjung etika jabatan, dan dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, dan kerja trengginas, serta menjadi teladan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”

“Ketiga, Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi. Bangun budaya kerja yang unggul, berbasis merit, serta berorientasi hasil agar pelayanan publik semakin cepat, efisien, dan berkualitas. Kuatkan semangat pengabdian dan pelayanan. Bekerjalah dengan hati, layani rakyat dengan empati, dan hadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Dorong inovasi dan adaptasi digital. KORPRI harus menjadi motor transformasi digital birokrasi, memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan public dan memperkuat transparansi pemerintahan,”

“Keempat, Tanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Hindari segala bentuk penyimpangan, termasuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan pungutan liar. Jadilah aparatur yang bersih dan berwibawa,”

“Kelima, Seluruh ASN untuk siaga bencana. Mari Bersama-sama kita tumbuhkan empati untuk saling membantu. Saya minta semua ASN bahu-membahu untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan di daerah lain yang membutuhkan,”

“Keenam, Peningkatan Pendapatan Negara dan Daerah harus menjadi fokus dari seluruh ASN. Perbaikan tata Kelola belanja negara dan daerah harus menjadi perhatian agar efektif dan efeisien untuk mewujdukan ASTA CITA. Anggota Korpri agar Bersama-sama bisa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mencegah kebocoran anggaran, memetakan kebutuhan dan Pembangunan jembatan, sekolah, puskesmas, air bersih dan hal-hal lain yang menjadi kebutuhan langsung Masyarakat,”

“Ketujuh, Korpri mengawal Reformasi Birokrasi agar bisa menuntaskan penyelesaian masalah kemiskinan, anak tidak sekolah, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8%, mendorong pendapatan negara dan daerah, mencegah kebocoran anggaran. Reformasi Birokrasi harus dikawal agar mensejahterakan ASN dan Pensiunan ASN, semakin melindungi dan memudahkan karir ASN dan ujungnya adalah membuat rakyat Indonesia berbahagia,”

“Dan Kedelapan, Jaga nama baik KORPRI dan ASN. Jadikan setiap langkah dan karya sebagai wujud pengabdian terbaik kepada bangsa. ASN KORPRI harus menjadi kekuatan moral dan birokrasi yang menuntun Indonesia menuju masa depan yang maju, berdaulat, dan berkeadilan. Korpri setia hingga akhir kepada negara.”

Mengakhiri sambutannya, Zudan mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus berinovasi, memperkuat pengabdian, serta bekerja sepenuh hati untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Pengabdian saudara senantiasa dinantikan oleh masyarakat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat, petunjuk, dan kekuatan kepada kita semua, khusunya KORPRI dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai pelayanan masyarakat dan abdi negara,” ucapnya.

“Selamat HUT ke-54 KORPRI Tahun 2025. Dengan semangat bersatu dan berdaulat, KORPRI teguh berintegritas, profesionalisme, menuju Indonesia Maju 2045. Korpri Setia Hingga Akhir,” pungkasnnya.**

Wagub Johni Asadoma Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-80 Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma memimpin Upacara Penurunan Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (17/8/2025) sore. Dengan mengenakan pakaian adat khas Kabupaten Rote Ndao, Wakil Gubernur NTT bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam upacara tersebut, Kepala Pembinaan Mental dan Ideologi Lanud El Tari, Mayor Khusus, M. Sukron, M.S.Hi, bertugas sebagai Perwira Upacara, sementara Komandan Upacara dijabat oleh Letnan Kolonel, Syaiful Himan, Kepala Pengadaan Lanud El Tari.

Pelaksanaan upacara ini juga melibatkan anggota Paskibraka yang dipimpin oleh Letnan Satu Polisi Militer, Haris Wika Abda, U.S.Tr Han selaku Komandan Paskibraka. Komandan Peleton 45 yakni Letnan Dua, Gideon Takumana, Dantopan I Kipan C/Batalyon Komodo 466 Kopasgat. Komandan Peleton 17 dijabat oleh Indra Welem Maro, Siswa Kelas XII SMKN Kokar, Kabupaten Alor.

Penurunan bendera dilakukan oleh Andre Sila Sakti Tonga, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo, bersama Junior Joni PA, siswa kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kupang, serta William Chiko Suhardi, siswa kelas XI Kefamenanu – Kabupaten Timor Tengah Utara. Sedangkan Baki Bendera Merah Putih dibawa oleh Yuliana Nadia Tupasouw, siswi kelas XI SMK Sadar Wisata Ruteng – Kabupaten Manggarai.

Upacara penurunan bendera yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut diiringi juga oleh Satuan Musik Komando Daerah TNI Angkatan Laut VII Kupang yang berkolaborasi dengan paduan suara dari siswa-siswi SMA Negeri 3 Kupang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Ibu Vera Christina Sirait Asadoma, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para Veteran, serta peserta upacara yang terdiri dari TNI/Polri, ASN, Tagana, Pramuka, Bakamla serta para mahasiswa/i dan pelajar sekolah.

Usai pelaksanaan upacara penurunan bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT, Wagub Johni Asadoma tidak lupa mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dari unsur TNI, Polri, ASN, Paskibraka, Instansi Vertikal, Lembaga Pendidikan, Lembaga Keuangan, para Mahasiswa/i, para Pelajar serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dari awal rangkaian kegiatan hingga puncaknya hari ini. Semua berjalan sangat baik, lancar dan sukses,” ucap Wagub Johni Asadoma.

“Sekali lagi terima kasih untuk kita semua. MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA !!!. Ayo Bangun Indonesia, Ayo Bangun NTT !!!.” Pungkas Wagub Johni Asadoma dengan penuh semangat.

Sekali merdeka tetap merdeka. Selama hayat dikandung badan, dibawah kibaran Sang Merah Putih dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita satukan tekad untuk terus menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat *‘Ayo Bangun NTT’* mari kita terus melaju untuk *Nusantara Baru Indonesia Maju !!!*. Dengan semangat kemerdekaan *Generasi Muda Nusa Tenggara Timur Bangkit Menyonsong Indonesia Emas Tahun 2045.

Dirgahayu Republik Indonesia !!!**

Gubernur Melki Laka Lena Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-80 RI Tingkat Provinsi NTT

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke – 80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur pada Minggu, (17/8/2025) pagi.

Perayaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini mengusung tema ‘Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ dan dirayakan secara khidmat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena bertindak selaku Inspektur Upacara dan Letnan Kolonel Laut Polisi Militer Catur Dono Wibowo sebagai Komandan Upacara. Sementara itu Pembacaan Naskah Pembukaan UUD 1945 oleh Kapolda NTT, Irjen. Pol. Rudi Darmoko dan Pembacaan Naskah Proklamasi Oleh Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni.

Upacara yang berlangsung tertib dan khidmat ini diikuti oleh Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni, Jajaran Forkompinda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, para ASN Lingkup Pemprov NTT, TNI, Polri, Perwakilan Mahasiswa dan Siswa SMA/SMK Kota Kupang, serta insan pers.

Upacara peringatan HUT ke-80 RI ini berlangsung semarak, tidak saja oleh penampilan Anggota Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) yang tampil memukau tapi juga perpaduan warna-warni pakaian adat khas daerah NTT oleh peserta upacara.

Gubernur Melki Laka Lena dan Ibu Mindriyati Astiningsih tampak mengenakan pakaian adat Ende, sementara Wakil Gubernur Johni Asadoma dan Ibu Vera Christina Sirait mengenakan pakaian adat Alor. Tidak hanya itu, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT dan ASN Lingkup Pemprov NTT juga kompak menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerah.

Peringatan HUT ke-80 RI juga dimeriahkan oleh penampilan Marching Band dari SMA Negeri 7 Kupang dan tarian kolosal dari SMA Mercusuar Kupang yang tampil memukau dan menyita perhatian penonton.

Gubernur dan Wakil Gubernur usai upacara Peringatan HUT ke-80 RI ini juga melakukan penyerahan sumbangan untuk penyandang disabilitas serta penyerahan hadiah untuk para pemenang lomba Paduan Suara, lomba Gerak Jalan Indah, dan lomba Drumband antar SMA/SMK se-NTT.

Usai merayakan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur, Guebrnur Melki Laka Lena dan Wakil Gubenrur Johni Asadoma bersama seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTT mengikuti live Upacara HUT ke-80 Republik Indonesia dari Istana Negara di area Pameran Pembangunan NTT, depan Hotel Harper, Kupang, tepat pukul 10.45 WITA.

Semarak HUT ke-80 Republik Indonesia kali ini memberi warna tersendiri bagi Provinsi NTT, sebab salah satu putra terbaiknya, Silet Open Up tampil menyanyikan lagu Tabola Bale di Istana Negara. Lagu yang sedang viral ini mampu menghipnotis para tamu undangan di istana Negara untuk berdendang ria merayakan kemerdekaan Indonesia.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTT serta tamu undangan yang hadir juga merayakan momen spesial ini dengan menari ‘Tabola Bale’. Tak peduli panas terik yang menyengat, semua tampak antusias berjoget ria.

Di momen peringatan HUT ke-80 RI ini, Gubernur Melki Laka Lena mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Hanya dengan persatuan kita bisa kokoh, hanya dengan berpijak pada Pancasila kita bisa berdaulat, dan hanya dengan keduanya kita bisa mewariskan Indonesia maju untuk generasi emas mendatang.” Jelas Gubernur Melki Laka Lena.**