Wagub Johni Asadoma Jadi Irup Peringatan Hari OTDA ke-30 Tingkat Provinsi NTT

Laporan wartawan soritnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma memimpin langsung upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang digelar di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Sabtu (25/4/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda serta para ASN lingkup Pemprov NTT.

Mengawali amanatnya, Wakil Gubernur NTT menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah. Oleh karenanya ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi suksesnya pelaksanaan otonomi daerah.

“Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta seluruh komponen masyarakat yang telah berkontribusi nyata dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah. Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” ucap Wakil Gubernur NTT.

Dijelaskan Wakil Gubernur, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 kali ini yang mengusung tema ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’, menekankan pada ikhtiar memperkuat sinergi antara pusat dan daerah serta mempercepat pemerataan pembangunan. Sehingga segala program dan kebijakan daerah harus selaras dan mendukung tercapainya Asta Cita.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini juga harus menjadi momentum bagi kita untuk memaknai otonomi daerah bukan sekadar pemberian kewenangan dari pemerintah pusat. Otonomi daerah adalah amanah, tanggung jawab, dan juga kesempatan emas untuk membangun daerah kita sendiri sesuai dengan potensi, karakter, dan kearifan lokal yang kita miliki,” ujar Wagub Johni Asadoma.

Ia juga mengatakan, selama 30 tahun pelaksanaan otonomi ini, Provinsi NTT telah menorehkan banyak catatan positif dan perubahan nyata, seperti pembangunan infrastruktur yang semakin merata hingga ke pelosok desa, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat, yang mana tentu semuanya merupakan bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita.

“Namun demikian, berbagai tantangan masih harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu, semangat otonomi daerah harus terus kita perkuat melalui inovasi, kerja keras, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, agar setiap langkah pembangunan yang kita lakukan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Asta Cita di daerah maupun secara nasional,” jelasnya.

Inovasi dan kreativitas menurut Johni Asadoma bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus terus dikembangkan oleh setiap pemerintah daerah. Dengan berinovasi dan kreatif, setiap daerah akan mampu menghadirkan solusi yang lebih cepat, tepat, dan efektif dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTT juga terus memberikan perhatian serius terhadap pengembangan UMKM melalui berbagai langkah inovatif. Salah satunya melalui program One Village One Product (OVOP) yang mendorong setiap desa mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal. Selain itu, pemerintah juga menyediakan ruang pemasaran yang lebih luas dengan membentuk NTT Mart di 22 kabupaten/kota sebagai wadah promosi dan distribusi produk-produk lokal,” terang Wagub Johni.

“Upaya ini merupakan bentuk nyata bagaimana otonomi daerah dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan Asta Cita. Kita berharap langkah-langkah ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui dukungan, partisipasi, dan kolaborasi dari seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni menyebutkan Pemerintah Provinsi NTT juga terus mendorong dan mendukung penyelenggaraan berbagai event, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi wahana strategis untuk memperkenalkan potensi dan keunggulan daerah, menarik investasi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk dan pariwisata NTT.

“Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, kita optimis bahwa berbagai program dan inisiatif ini akan semakin memperkuat peran otonomi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan pada akhirnya berkontribusi nyata dalam mewujudkan Asta Cita,” tegasnya.

Kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dijelaskan Wagub Johni, menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah. Ia meyakini dengan hubungan yang harmonis, koordinasi yang kuat, serta pembagian peran yang jelas antara pusat dan daerah, akan menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

“Sinergi ini harus terus diperkuat melalui penyelarasan kebijakan, integrasi program, serta dukungan anggaran yang tepat sasaran. Pemerintah pusat memberikan arah kebijakan dan dukungan strategis, sementara pemerintah daerah menjadi ujung tombak dalam implementasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, sinergi yang kuat ini akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Asta Cita secara menyeluruh, baik di tingkat daerah maupun nasional,” jelasnya.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Otonomi Daerah ini sebagai momentum untuk memperbaharui semangat kerja, meningkatkan sinergi, dan melanjutkan pembangunan NTT yang lebih Maju, Sehat, Cerdas dan Berkelanjutan. Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak bagi terwujudnya pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih prima, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. Ayo Bangun NTT!!!.. Ayo Bangun Indonesia!!!,” pungkas Wagub Johni Asadoma mengakhiri amanatnya.**

Wagub Johni Asadoma Sambut Kunjungan Menhub RI, Bahas Kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru di NTT

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Dalam rangka memastikan kesiapan transportasi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Nusa Tenggara Timur, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT pada Kamis, (18/12/2025).

Kedatangan Menteri Dudy Purwagandhi disambut hangat oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT di VIP Pemda Bandara El Tari Kupang.

Usai penyambutan, rombongan Menteri Perhubungan langsung menuju ke Terminal Helong Pelabuhan Tenau Kupang untuk melakukan Rapat Koordinasi terkait Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru.

Hadir dalam rapat tersebut, ⁠Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen perhubungan Laut, Dirjen Perhubungan Udara, kepala KSOP Kelas III Kupang, Kepala Distrik Navigasi Tipe A kelas II kupang, General Manager PT. PELINDO Cabang Kupang dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT.

Sejumlah isu strategis dibahas dalam rapat tersebut, antara lain; pengoptimalan pelayanan Bandara Internasional El Tari Kupang, persoalan tingginya harga tiket pesawat, rencana penambahan armada kapal laut, serta peningkatan status Pelabuhan Tenau Kupang dari kelas III menjadi kelas I.

Dalam arahannya, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan seluruh moda transportasi siap melayani masyarakat selama masa Nataru, dengan fokus utama pada aspek keamanan dan keselamatan.

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh kapal dan sarana transportasi yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi laik operasi, serta dilakukan pemeriksaan berkala sesuai standar keselamatan.

Selain itu, Menteri Dudy juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan angkutan Nataru.

Menurutnya, meskipun Natal dan Tahun Baru merupakan agenda tahunan, tidak ada satu pun detail yang boleh disepelekan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keselamatan masyarakat.

“Maksud kunjungan ini adalah untuk memastikan persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan baik dan selamat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara optimal,” tambahnya.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan bahwa kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI ini sangat positif karena memungkinkan pengecekan langsung terhadap kondisi lapangan sekaligus memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh jajaran terkait.

Menurutnya, setiap momentum Natal dan Tahun Baru selalu diiringi dengan peningkatan signifikan arus pergerakan orang dan barang di NTT.

“Kunjungan ini penting untuk memastikan seluruh jajaran bekerja dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan. Kita tahu bahwa setiap Natal dan Tahun Baru selalu terjadi lonjakan lalu lintas, baik penumpang maupun logistik,” ujar Wagub Johni.

Wakil Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Perhubungan RI atas perhatian dan kunjungan langsung ke NTT menjelang perayaan Nataru.

Ia berharap seluruh hasil pembahasan dan kesepakatan dalam rapat koordinasi tersebut dapat segera direalisasikan demi kelancaran dan keselamatan transportasi bagi masyarakat NTT.**

Wagub Johni Asadoma Hadiri Rakorendal 2025, Tekankan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

BOGOR, JABAR – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri dan menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (Rakorendal) Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia (RI). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (18/11/2025).

Rakorendal dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito Karnavian serta Sekretaris BNPP, Komjen Pol. Makhruzi Rahman.

Dalam arahannya, Menko Djamari menegaskan bahwa seluruh program lintas kementerian/lembaga harus mengacu pada Rencana Induk Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (Renduk BWNKP), agar pembangunan perbatasan dapat berjalan secara terpadu. Ia menekankan bahwa kawasan perbatasan merupakan “Beranda Terdepan Bangsa” yang harus dikelola serius untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di garis terluar.

“Pemerataan pembangunan di daerah perbatasan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah,” ujar Djamari.

Menko Djamari menjelaskan bahwa ada beberapa yang menjadi fokus utama dalam rakor tersebut, seperti penegasan garis batas negara, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dan pengembangan ekonomi masyarakat perbatasan.

“Pertama, untuk menegaskan garis batas perbatasan antara kita dengan tetangga. Kedua, kita akan membangun PLBN di beberapa titik. Ketiga, mengembangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di perbatasan supaya tidak terlalu tertinggal dan berimbang dengan daerah lain, termasuk agar tidak terlalu bergantung pada negara tetangga,” jelasnya

Menko Polkam juga menyampaikan bahwa pembangunan jalan perbatasan yang saat ini telah mendekati tahap penyelesaian di sejumlah wilayah. Di Sumatera dan Kalimantan, tersisa sekitar 52 kilometer untuk menyambungkan jalur Barat–Timur sepanjang hampir 2.000 kilometer. Di Papua, jalur menuju perbatasan dengan Papua Nugini tinggal menunggu penyelesaian 153 kilometer.

“Pembangunan perbatasan Indonesia – Timor Leste hampir tuntas, hanya menyisakan beberapa kilometer saja. Kemudian untuk mengembangkan PLBN, masih ada beberapa titik di Timor Leste dan Malaysia, seperti di Sebatik yang harus diselesaikan tahun ini,” tambahnya.

Sementara itu, Mendagri, Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pembangunan di wilayah perbatasan.

“Kita ketahui bahwa masalah perbatasan ini menjadi atensi dari pimpinan negara, dari awal pimpinan negara, Presiden, sampai ke Bapak Presiden kita yang sekarang, Pak Prabowo,” kata Tito.

Presiden Prabowo Subianto, kata Mendagri, menempatkan penguatan sistem pertahanan serta pembangunan dari daerah pinggiran sebagai salah satu prioritas nasional.

“Membangun dari desa dan dari bawah, untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Pembangun dari pinggiran, bahasanya seperti itu, pinggiran ini dua, satu adalah di perbatasan, dua adalah desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah perbatasan memiliki peran strategis baik dari sisi ekonomi maupun pertahanan. Mendagri menyoroti banyaknya potensi ekonomi di kawasan perbatasan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Paling tidak ada dimensi ekonomi, ada dimensi keamanan di sana. Dimensi ekonomi, di daerah-daerah perbatasan ini juga banyak yang berpotensial,” kata Tito.

Mendagri menekankan perlunya pemanfaatan posisi geografis Indonesia yang berada di jalur strategis perdagangan internasional, seperti Selat Malaka. Ia mencontohkan bagaimana negara lain seperti Singapura dan Malaysia telah lebih dulu mengoptimalkan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Ia menegaskan, Indonesia harus mulai memanfaatkan keunggulan geografis tersebut dengan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terhubung dengan jalur logistik internasional.

Selain potensi ekonomi, Mendagri menekankan pentingnya menjadikan masyarakat perbatasan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara melalui peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat memiliki peran besar dalam memperkuat nasionalisme. Dengan demikian, upaya menjaga pertahanan di daerah perbatasan tidak selalu harus mengandalkan kekuatan militer.

Sebagai salah satu Narasumber pada Rakorendal tersebut, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma juga menyampaikan sejumlah isu strategis terkait kondisi wilayah perbatasan di NTT, khususnya yang berbatasan dengan Timor Leste. Ia menyoroti perlunya penguatan infrastruktur dasar, konektivitas antarwilayah, dan pelayanan publik agar pengelolaan perbatasan berjalan optimal.

“Percepatan pembangunan perbatasan hanya bisa berhasil jika ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan kementerian/lembaga. Pendekatan terpadu dan adaptif sangat penting agar masyarakat di perbatasan benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Wagub Johni.

Lebih lanjut, Wagub Johni Asadoma menekankan bahwa perbatasan bukan hanya soal keamanan, tetapi juga pintu bagi pembangunan ekonomi dan sosial.

Ia optimis, melalui kolaborasi lintas level pemerintahan akan mempercepat pembangunan kawasan perbatasan, memperkuat kedaulatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagai bagian dari “beranda terdepan” NKRI.

Rakorendal 2025 yang diselenggarakan pada 18 hingga 19 November 2025 ini turut dihadiri oleh 18 Kepala Daerah dari provinsi perbatasan, dan sejumlah pejabat dari kementerian terkait. Sementara hadir mendampingi Wagub NTT diantaranya, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahuk, dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT, Maksi Nenabu.**

Wagub Johni Asadoma Dampingi Menko AHY Tinjau Infrastruktur Strategis di Labuan Bajo

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI BARAT, NTT – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (14/11/2025). Turut hadir dalam rombongan, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, serta Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Kedatangan rombongan disambut resmi di Bandara Internasional Komodo oleh Wakil Gubernur NTT, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Wakil Bupati Yulianus Weng selaku perwakilan Forkompimda Manggarai Barat, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Ir. Benyamin Nahak dan Kepala Bandara Komodo, Ceppy Triyono.

Kunjungan kerja diawali dengan peninjauan kondisi Bandara Internasional Komodo. Kepala Bandara, Ceppy Triyono menjelaskan bahwa bandara mencatat pertumbuhan penumpang 8–10% per tahun dengan total 954.614 penumpang selama 2025, mendekati target satu juta penumpang.

“Pada semester pertama 2025, pelayanan penumpang mencapai 470 ribu orang, dipacu oleh pembukaan rute baru Labuan Bajo–Singapura serta rencana pembukaan rute ke Lombok dan Bima,” ucap Ceppy.

Namun Ia menambahkan sejumlah rute potensial seperti Makassar dan Waingapu belum terealisasi. Bandara juga belum memiliki terminal kargo sehingga ekspor produk unggulan seperti kerang, kerapu, dan lobster masih harus melalui bandara internasional lain. Upaya memperkuat ekonomi kreatif pun terus dilakukan melalui kerja sama dengan pengirim kopi dan pengrajin lokal.

Tantangan utama pengembangan bandara adalah keterbatasan lahan. Solusi strategis yang direncanakan mencakup dukungan transportasi truck yang memuat Avtur dari Ende, optimalisasi sistem kelistrikan pada 2026, perluasan terminal penumpang, dan pembangunan terminal kargo yang ditargetkan rampung pada 2030. Peningkatan fasilitas digital seperti standing banner, barcode WiFi, dan layanan PC ALL Indonesia juga tengah dilakukan, dengan target peningkatan kualitas layanan dari 35% menjadi 76%.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTT menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air menjadi kebutuhan mendesak karena ketersediaan air berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan penanganan stunting yang menjadi prioritas pemerintah pusat maupun Pemprov NTT.

“Pembangunan embung irigasi di setiap kecamatan adalah sebagai solusi efektif dan lebih terjangkau dibandingkan pembangunan bendungan besar,” ucap Wagub Johni.

Wagub juga menyoroti rendahnya tingkat kemantapan jalan provinsi dan kabupaten yang menghambat mobilitas masyarakat.

“Dukungan pemerintah pusat sangat diharapkan untuk percepatan peningkatan kualitas konektivitas darat di seluruh wilayah NTT,” jelas Wagub NTT.

Menteri AHY mengapresiasi paparan Kepala Bandara Komodo dan menegaskan bahwa pengembangan bandara merupakan program super prioritas demi mendorong pertumbuhan pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia. AHY menekankan pentingnya peningkatan kapasitas bandara, termasuk fasilitas udara, layanan kargo, serta integrasi proses administrasi yang cepat dan mudah bagi wisatawan.

Terkait pembangunan infrastruktur jalan, AHY mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat serta perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi topografi yang menantang.

“Koordinasi lintas kementerian akan ditingkatkan, khususnya terkait pembangunan embung yang telah terealisasi di separuh kecamatan. Kondisi jalan dari Labuan Bajo menuju Reo yang rusak juga menjadi perhatian serius kami, karena berdampak pada rantai pasok pangan. Pengaspalan akan dipercepat untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan lokal,” jelas AHY.

Peninjauan lapangan juga mencakup progres perbaikan alinyemen jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu yang telah mencapai 99,23% untuk zona A, B, dan C. Selain itu, pembangunan Jalan Lintas Utara Flores sepanjang 141 km ditujukan untuk memangkas waktu tempuh Labuan Bajo–Reo dari 6–7 jam menjadi 3–4 jam. Pekerjaan pengaspalan sepanjang 88 km masih menunggu alokasi anggaran untuk tahun 2026–2027.

Menteri AHY menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh proyek strategis ini karena dinilai sangat penting dalam memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, serta membuka peluang pariwisata baru di Flores bagian utara.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pengembangan infrastruktur strategis di NTT, khususnya di sektor konektivitas, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

“Seluruh program dan intervensi yang dilakukan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya.” Pungkas AHY.**

Wagub Johni Asadoma : Misi Dagang dan Investasi Antara Jatim dan NTT, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma menghadiri Acara Misi Dagang dan Investasi Kerja Sama antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi NTT di Aston Hotel Kupang pada Kamis, (6/11/2025).

Turut hadir dalam acara ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, para pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dari Provinsi Jawa Timur dan NTT, para Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, para pelaku UMKM serta insan pers.

Wagub Johni Asadoma dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Misi Dagang dan Investasi ini merupakan upaya sistematis untuk mengatasi disparitas ekonomi, memperkuat rantai pasok, dan memanfaatkan keunggulan masing-masing daerah.

“Misi Dagang ini bertujuan untuk meningkatkan volume transaksi perdagangan dan memperluas jaringan pasar antar-daerah, menciptakan likuiditas dan perputaran modal yang lebih cepat serta menjamin stabilitas pasokan,” ungkap Johni.

Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang substansial di kedua wilayah melalui peningkatan produksi dan konsumsi.

Dijelaskan Wagub Johni Asadoma, aliran komoditas dari NTT  ke Jawa Timur per Semester I 2025 meliputi kemiri, kelapa bulat, kopra, jagung, porang, jagung biji, mete biji, rumput laut kering, telur tetas, dan cakalang. Daftar ini menggarisbawahi keunggulan agrikultur dan kelautan NTT.

“Perdagangan ini tidak hanya membuka akses pasar bagi Petani dan Nelayan NTT, tetapi juga mengintegrasikan produk primer NTT ke dalam rantai nilai industri Jawa Timur, menjadikannya komponen penting bagi keberlangsungan industri di Pulau Jawa,” ujarnya.

Sementara itu, arus komoditas dari Jawa Timur ke NTT menurut Johni Asadoma memainkan peranan vital dalam menjamin ketahanan pangan dan mendukung sektor peternakan dan perikanan di NTT.

“Mayoritas komoditas yang dikirim ke NTT berupa pakan ternak, dedak gandum, dan polar sangat krusial bagi pengembangan sektor peternakan di NTT. Sementara pasokan beras, daging ayam beku, dan telur ayam dan yang lainnya berfungsi untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok di NTT,” jelasnya.

Purnawirawan Polisi ini berharap agar melalui Misi Dagang ini, keunggulan masing-masing wilayah dapat dimanfaatkan secara optimal dan menciptakan mata rantai ekonomi yang saling membutuhkan, bukan saling bersaing.

Dirinya juga berharap agar dampak jangka panjang dari Misi Dagang ini tidak hanya terbatas pada angka transaksi, tetapi juga meliputi penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan Petani dan pelaku usaha kecil di NTT, serta penguatan ketahanan pasokan industri di Jawa Timur.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menegaskan bahwa Misi Dagang dan Investasi yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim ini mengusung misi tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama dan sejahtera bersama.

Menurut Gubernur Khofifah, pertemuan antar pelaku usaha dalam Misi Dagang ini menjadi bagian penting untuk menjadi pendongkrak pembangunan di wilayah Provinsi Jawa Timur dan NTT.

Mantan Menteri Sosial RI ini menjelaskan bahwa selama empat puluh enam perjalanan Misi Dagang yang dilakukan Pemprov Jatim selama ini, Komitmen Transaksi Tercatat dalam Misi Dagang di Provinsi NTT adalah yang tertinggi. Total Komitmen Transaksi Tercatat sebesar Rp1.759.814.350.000  (Satu Triliun Tujuh Ratus Lima Puluh Sembilan Miliar Delapan Ratus Empat Belas Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

“Potensi ekonomi dan kekuatan fiskal di kedua wilayah ini diharapkan dapat memberikan penguatan ekonomi terutama di sektor UMKM untuk bertumbuh lebih signifikan lagi ke depannya,” terang Gubernur Jatim.**

Wagub Johni Asadoma: Gema Semangat Solidaritas Golf For Humanity Jadi Inspirasi Perjuangan Melawan Stunting

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – “Golf for Humanity adalah wujud bahwa kemanusiaan dapat tumbuh di mana saja, bahkan di lapangan hijau, di tengah persaingan yang sehat dan sportivitas yang tinggi.”

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma saat menghadiri Gala Dinner sebagai penutup rangkaian Turnamen Golf for Humanity yang mengusung tema “Satu Ayunan untuk Masa Depan Anak Indonesia : Dedikasi Human Initiative untuk Nusa Tenggara Timur” pada Sabtu (1/11/2025) malam, bertempat di  Sentul Highland Golf Club, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma, mengatakan, sebagai lembaga yang telah lama berkiprah dalam kemanusiaan, Human Initiative terus menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan lewat bantuan, tetapi juga melalui kreativitas dan kolaborasi.

Wagub menegaskan bahwa bagi Pemerintah Provinsi NTT, isu stunting bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut masa depan anak-anak bangsa.

“Stunting adalah wajah anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh optimal secara fisik, mental, dan sosial. Meski angka prevalensi stunting di NTT terus menurun, perjuangan ini belum selesai. Kami membutuhkan kolaborasi lintas sektor yaitu pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, komunitas profesional, dan juga insan olahraga agar setiap anak NTT dapat tumbuh sehat dan bermartabat,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Wagub menilai bahwa olahraga Golf dapat menjadi simbol solidaritas dan harapan bagi masa depan Indonesia tanpa stunting.

“Setiap ayunan stik Golf adalah simbol harapan. Setiap pukulan bola menuju hole adalah langkah kecil menuju cita-cita besar : Indonesia tanpa stunting. Sebuah cita-cita yang hanya bisa tercapai bila kita bersatu, saling memperkuat, dan berbagi peran,” ucapnya.

Ia juga meyakini bahwa semangat solidaritas yang tumbuh melalui Golf for Humanity akan terus bergema dan menginspirasi banyak pihak untuk berkontribusi dalam perjuangan melawan stunting, khususnya di wilayah timur Indonesia.

“Pemerintah Provinsi NTT membuka diri seluas-luasnya untuk berkolaborasi, karena kami yakin bahwa membangun manusia Indonesia seutuhnya memerlukan tangan banyak, hati banyak, dan langkah yang seirama. Kami juga mengundang seluruh pihak untuk berkunjung dan berinvestasi di NTT, ujung selatan Indonesia untuk bersama membangun daerah yang kita cintai ini,” tambah Wagub Johni Asadoma.

Pada kesempatan ini turut dilaksanakan penggalangan dana yang mencapai Rp. 100.000.000, yang akan digunakan seluruhnya untuk mendukung anak-anak NTT agar terbebas dari stunting.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan lainnya seperti lucky draw, pembagian hadiah, serta pelelangan alat musik sasando dari Kabupaten Rote Ndao oleh musisi Berto Pah, yang hasilnya turut disumbangkan untuk mendukung pengentasan stunting di NTT.**

Wagub Johni Asadoma Pimpin Apel Bersama ASN Pemprov NTT, Sampaikan Beberapa Poin Penting

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Senin (15/9/2025) pagi bertempat di halaman depan Gedung Sasando – Kantor Gubernur NTT. Bertindak selaku Pemimpin Apel yakni Plt. Kaban Kesbangpol Provinsi NTT, Regina Manbait.

Turut hadir pula Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, serta Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT.

Wakil Gubernur NTT dalam amanatnya mengungkapkan duka cita yang mendalam bagi para korban jiwa dan keluarga yang terdampak bencana cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir bandang dan longsor di sejumlah titik di Kabupaten Nagekeo.

“Dalam lawatan saya kemarin ke Nagekeo, kami melihat dampak kerusakan dari bencana banjir bandang akibat cuaca ekstrem. Ada banyak kerusakan rumah dan infrastruktur lainnya dan tentu kita semua berduka cita atas nasib malang yang menimpa para korban jiwa dan keluarga korban. Dari data, ada 8 orang korban jiwa, 5 sudah ditemukan, 3 belum. Kita semua berdoa agar korban lainnya bisa ditemukan oleh tim penyelamat,” ucap Wagub Johni Asadoma.

“Kami juga sudah dan akan terus melakukan berbagai upaya maksimal bersama BNPB, TNI-Polri, Tim SAR, BPBD, jajaran Pemda setempat serta instansi terkait agar upaya mitigasi dan berbagai bantuan dapat cepat tersalurkan bagi para korban terdampak. Kita berdoa agar semuanya tertangani dengan baik,” jelasnya.

Selanjutnya, Wakil Gubernur NTT dalam amanatnya juga menerangkan bahwa penyelenggaraan Tour de Entete sedang berlangsung di tanah Sumba, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di tanah Timor. Ia berharap dengan dukungan berbagai pihak, event balap sepeda internasional tersebut mempunyai dampak yang signifikan bagi ekonomi Provinsi NTT.

“Kira harapkan Tour de EnTeTe bisa terus berdampak di berbagai sektor, baik pariwisata, UMKM, dan ekonomi masyarakat serta sektor-sektor lainnya,” ucap Wagub Johni.

Kemudian, Wagub Johni Asadoma juga menyampaikan terkait kunjungannya ke pusat, tepatnya saat melakukan pertemuan dengan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni serta Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Ayodhia G. L. Kalake, pada Kamis (11/9) lalu.

Ia menjelaskan pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen dirinya bersama Gubernur NTT dalam memaksimalkan berbagai peluang bersama jajaran kementerian terkait guna percepatan pembangunan serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi NTT.

“Pertemuan bersama dengan Pak Sesmenko Ayodhia Kalake kita lakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun ke depan bisa bergerak dengan baik. Butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit dalam pembangunan infrastruktur, namun dengan intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pusat, tentu ini semua akan bergerak lebih baik lagi,” ungkap Johni.

“Begitu pula kita juga mengusulkan agar ada Dana Bagi Hasil dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo serta Taman Nasional lainnya di NTT. Kami ingin, keterlibatan Pemda dalam pengelolaan kawasan konservasi bisa dimaksimalkan agar bisa mendukung peningkatan PAD di NTT, karena itu salah satu sumber pendapatan bagi daerah. Semoga usaha yang kita lakukan dapat berproses segara untuk kepentingan pembangunan daerah kita,” jelas Wagub Johni Asadoma.

Point berikut yang disampaikan oleh Wagub Johni Asadoma yakni Ia menghimbau kepada seluruh ASN untuk dapat memberi respon positif terhadap berbagai keluhan masyarakat. Hal ini Ia ungkapkan karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab seorang ASN sebagai Abdi Negara untuk dapat mendengar, menanggapi dan memberi solusi dari keluh kesah masyarakat.

“Saya minta respon kita terhadap sesuatu persoalan itu sangat penting. Ketika ada masyarakat yang menyampaikan keluhan atau permasalahan, minimal kita wajib beri respon positif. Sebagai ASN, kita tentu harus responsif terhadap apa yang masyarakat sampaikan. Contohnya ketika ada demo, sudah konsekwensi kita sebagai pelayan masyarakat ketika kita dikata-katai dengan keras sebagai wujud penyampaian aspirasi dari mereka. Tentu tugas kita dengar apa yang mereka sampaikan, dan memberikan solusi terbaik terhadap persoalan tersebut,” tegas Wagub Johni.

Diakhir amanatnya, Wagub Johni Asadoma tidak bosan-bosannya menyampaikan kepada seluruh ASN lingkup Pemprov NTT untuk konsisten dalam disiplin melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab.

“Kita tunjukkan dengan ketertiban dan keteraturan dalam bekerja semuanya akan menjadi lebih baik lagi. Kedisiplinan dalam setiap rutinitas pekerjaan untuk dapat selalu dilaksanakan oleh kita semua sebagai ASN.” Tutup Wagub Johni Asadoma.**

Wagub Johni Asadoma Dorong UPG 1945 NTT Untuk Hadirkan Layanan Pendidikan Berkualitas

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – “Pembangunan di bidang pendidikan terus menjadi perhatian yang serius dari pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.”

Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Rektor, Wakil Rektor dan Dekan Fakultas pada Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT Periode 2025 – 2029 dan Syukuran Pisah Sambut Pejabat di lingkup UPG  1945 NTT.

Acara yang digelar di Aula El Tari Kupang pada Senin, (7/7/2025) sore ini, turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof Unifah Rosyidi, Forkopimda Provinsi NTT dan Civitas Akademika UPG 1945 NTT.

Johni Asadoma memberikan apresiasi terhadap proses suksesi kepemimpinan lembaga ini yang telah berjalan demokratis.  Juga sekaligus mengingatkan untuk terus berinovasi dan menjaga eksistensi lembaga pendidikan ini.

“Suksesi rektor yang sudah berjalan demokratis bukanlah akhir dan satu-satunya agenda yang paling penting di lembaga ini.  Yang paling utama adalah menjaga agar lembaga ini tetap eksis dan terpercaya di tengah masyarakat, sehingga terus melahirkan inovasi dan kreativitas,” ujar Johni.

Lebih lanjut, Johni Asadoma berharap agar momentum pelantikan dan pengukuhan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, melainkan sebuah penanda tanggung jawab dan amanah besar untuk membawa institusi ini semakin maju dan relevan di tengah tantangan zaman.

Menurutnya, UPG 1945 NTT bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ladang pengabdian untuk membentuk generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Purnawirawan Polisi ini mengingatkan agar UPG 1945 NTT sebagai Perguruan Tinggi harus dapat menerapkan prinsip good governance dalam pengelolaan lembaganya.

“Juga pentingnya bagaimana menciptakan tata kelola universitas yang baik mulai dari masalah transparansi, fairness, accountability dan responsibility. Jangan sampai dalam pengelolaan lembaga ini good governance ditinggalkan, dan jangan sampai transparansi tidak dijalankan,” tambahnya.

Terkait dengan pembangunan pendidikan di NTT, Johni Asadoma dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa sejalan dengan Visi Pembangunan Melki-Johni, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Pendidikan terus menjadi perhatian serius  pemerintah Provinsi NTT. Berbagai upaya dan intervensi program pembangunan di bidang pendidikan juga terus-menerus kita tingkatkan dari waktu ke waktu. Sarana dan prasarana pendidikan terus kita benahi, kita tingkatkan kualitas dan kuantitasnya,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur NTT mengajak seluruh Civitas Akademika UPG 1945 NTT untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan di Bumi Flobamorata ini dengan semangat kolaborasi untuk mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UPG 1945 NTT, Uli Jonathan Riwu Kaho menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun kualitas SDM di wilayah ini dengan menghadirkan layanan pendidikan yang mumpuni.**

Wagub Johni Asadoma Buka Musda IV Partai Hanura NTT: “Saatnya Politik Mengabdi untuk Rakyat”

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Hanura Provinsi NTT Tahun 2025 di Hotel Harper Kupang, Sabtu (5/7/2025). Mengusung tema “Dari Daerah untuk Indonesia”, Musda ini menjadi forum strategis dalam menyatukan langkah dan arah politik Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di wilayah NTT.

Ketua Panitia Musda, Sipri Ritan, dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa Musda IV bukan sekadar ajang pertanggungjawaban organisasi, tetapi juga momentum penting untuk konsolidasi internal secara menyeluruh.

“Musda ini menjadi ruang untuk menyamakan langkah seluruh kader dan simpatisan Hanura dari 22 kabupaten/kota di NTT. Ada tiga agenda utama: penetapan Ketua DPD Hanura NTT periode 2025–2030, pembahasan strategi partai, dan konsolidasi internal,” jelas Sipri.

Ketua DPD Partai Hanura NTT, Refafi Gah, dalam sambutannya menegaskan bahwa politik sejatinya adalah jalan panjang untuk mengabdi kepada rakyat dan memperjuangkan masa depan bangsa.

“Saya terinspirasi dari program-program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, seperti One Village One Product (OVOP). Semangat membangun dari desa ke kota harus menjadi arah gerak kita bersama,” ujar Refafi.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai dasar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menegaskan nilai-nilai pelayanan dalam berpolitik.

“Politik bukan soal siapa yang paling tinggi, tetapi siapa yang paling melayani. Bendera kita boleh berbeda, tapi jiwa kita satu untuk rakyat NTT. Bersama Bung Melki dan Bung Johni, mari kita bangun NTT yang lebih sejahtera,” seru Refafi di tengah tepuk tangan para peserta.

Dalam pidato pembukaannya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan peran penting partai politik sebagai pilar utama dalam sistem demokrasi.

“Partai politik adalah sarana artikulasi dan agregasi kepentingan rakyat, tempat rekrutmen kepemimpinan, pendidikan politik masyarakat, serta alat kontrol terhadap jalannya pemerintahan,” tegas Johni.

Ia menyampaikan bahwa partai harus mampu merancang program-program konkret yang berpihak kepada rakyat serta menjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat dan inklusif.

Wagub Johni juga memberikan apresiasi terhadap eksistensi Partai Hanura yang sejak berdiri pada tahun 2006 telah aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Musda IV ini menjadi momen penting untuk memperkuat eksistensi Partai Hanura sebagai kekuatan politik yang relevan dan dekat dengan rakyat,” tambahnya.

Dalam arahannya, Wagub Johni menyerukan agar seluruh kader dan simpatisan Hanura mendukung penuh kepemimpinan Refafi Gah sebagai Ketua DPD Hanura NTT.

“Sebagai kader partai, mari kita dukung penuh Bung Refafi Gah untuk membawa Hanura lebih maju, kuat, dan dicintai masyarakat. Mari kita bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam mewujudkan NTT yang sehat, maju, dan sejahtera,” ajak Johni.

Menutup sambutannya, Johni Asadoma menyampaikan pesan inspiratif tentang integritas dan karakter yang harus dimiliki oleh seorang politikus sejati.

“Seorang pemimpin politik sejati harus punya tiga kekuatan: otot yang kuat, otak yang cerdas, dan hati nurani yang tulus. Ketiganya harus menjadi dasar dalam membangun NTT ke depan,” ujar Johni.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Gubernur Johni Asadoma memukul gong sebagai simbol resmi dimulainya Musda IV Partai Hanura Provinsi NTT.

Musda IV Partai Hanura ini turut dihadiri oleh Wakil Sekjen DPP Hanura dan Koordinator Wilayah VII Bali-Nusra, para kader, pengurus, dan simpatisan Hanura dari seluruh kabupaten/kota se-NTT. Acara berlangsung penuh semangat, dengan atmosfer persatuan dan tekad untuk membangun Indonesia dari daerah.**

Wagub Johni Asadoma Tinjau KC Pembantu Mobile Bank NTT Surabaya

Laporan Wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

KUPANG, NTT – Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma berkesempatan meninjau Kantor Cabang Pembantu _Mobile_ Bank NTT di Jalan Panglima Sudirman No. 74 Surabaya – Jawa Timur pada, Sabtu (7/6/2025).

Peninjauan ini dilaksanakan dalam rangka pemantauan sarana pendukung kelancaran pelayanan serta rencana peningkatan status menjadi Kantor Cabang Bank NTT Surabaya.

Turut mendampingi Wakil Gubernur NTT diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Flouri Rita Wuisan, Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Adoe dan Kepala Kantor Cabang Pembantu Mobile Bank NTT Surabaya Vebryano Pellokila.

Dalam pembahasan disela-sela kunjungan tersebut Wakil Gubernur Johni Asadoma mendorong rencana peningkatan status Kantor Cabang Pembantu _Mobile_ Bank NTT Surabaya menjadi Kantor Cabang Bank NTT Surabaya.

“Ada potensi untuk meningkatkan status menjadi Kantor Bank NTT Cabang Surabaya. Kita ingin agar pelayanan lebih maksimal di sini dengan didukung adanya Kelompok Usaha Bank (KUB) oleh Bank NTT bersama Bank Jatim. Selain itu juga nantinya akan semakin mempererat hubungan antara kedua bank tersebut,” ungkap Wagub NTT.

Wagub mengungkapkan, Surabaya sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi dan industri yang baik serta memiliki potensi bisnis yang besar dan dengan peningkatan status menjadi Kantor Bank NTT Cabang Surabaya maka akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi bagi Bank NTT dan juga bagi Provinsi NTT.

Ia menambahkan, peningkatan status akan memudahkan pelayanan bagi diaspora NTT yang ada di Surabaya maupun yang tersebar di wilayah Jawa Timur.

“Nanti setelah ada peningkatan status dan sudah mulai berjalan baik maka kita bisa dukung pemberdayaan UMKM, pengembangan program OVOP (One Village One Product), hingga pembangunan Restoran Flobabamora di Surabaya,” tambah Wakil Gubernur Johni Asadoma.**