Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan internal dan pelayanan eksternal, PT Telkom Akses (Telkom Akses) terus memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di berbagai sistem kerja. Inovasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, namun juga turut mendorong percepatan proses bisnis lintas unit di seluruh lini perusahaan.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Telkom Akses, anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, untuk mendukung digitalisasi nasional melalui integrasi teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Salah satu inovasi yang diimplementasikan adalah My TA, sebuah platform invoice online yang digunakan dalam sistem pengadaan (procurement). Dengan dukungan AI, My TA mampu melakukan verifikasi otomatis terhadap dokumen yang diunggah oleh vendor, sehingga proses invoicing menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.
Tak hanya itu, My TA juga terintegrasi dengan sistem Financial Integrated’s Project Management (FISTA) dan SAP (System Applications and Products in Data Processing) yang digunakan oleh unit keuangan perusahaan.
“Integrasi ini memungkinkan teknologi Robotic Process Automation (RPA) untuk mendistribusikan dokumen secara otomatis kepada verifikator yang ditentukan berdasarkan beban kerja. Bahkan sistem dapat membaca file berformat JPG atau PDF, lalu menginput data secara otomatis ke formulir digital yang dikembangkan tim IT Telkom Akses,” jelas manajemen Telkom Akses dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2025).
Di sisi operasional, teknologi AI difokuskan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan serta kinerja teknisi di lapangan. Telkom Akses telah mengembangkan dan mengintegrasikan sejumlah aplikasi berbasis AI, seperti Lensa, iBrite, dan iBooster, yang mendukung seluruh siklus layanan: mulai dari pemasangan (fulfilment), pemeliharaan (assurance), hingga pencabutan layanan (dismantle).
Dengan teknologi ini, proses kerja teknisi menjadi lebih cepat dan tepat. AI mampu mempercepat verifikasi foto yang diunggah teknisi, mendeteksi potensi gangguan pada perangkat pelanggan, memberikan rekomendasi saat terjadi gangguan massal, hingga membantu teknisi dalam melakukan perbaikan secara lebih efisien.
“AI juga dapat mendeteksi lokasi perangkat pelanggan melalui jaringan WiFi, sehingga proses penanganan gangguan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujar perwakilan tim Operation Telkom Akses.
Penerapan AI di sistem kerja Telkom Akses telah menunjukkan dampak signifikan. Beberapa manfaat yang sudah dirasakan antara lain: Peningkatan kecepatan pemasangan layanan baru, Penurunan jumlah gangguan teknis, Perbaikan kualitas instalasi, Percepatan proses pengambilan perangkat pelanggan yang berhenti berlangganan, Peningkatan akurasi data ketersediaan port di lapangan.
Hal ini memperlihatkan bahwa transformasi digital yang dijalankan Telkom Akses bukan sekadar formalitas, tetapi memberikan kontribusi nyata terhadap kualitas layanan dan efisiensi operasional.
Telkom Akses menegaskan bahwa integrasi AI bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendorong efisiensi, akurasi, serta peningkatan pengalaman pelanggan dan mitra kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses kerja di Telkom Akses, baik internal maupun eksternal, didukung oleh teknologi yang mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan. AI adalah salah satu instrumen utama dalam mencapai tujuan tersebut,” tutup manajemen Telkom Akses.**








