Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui ekosistem pembinaan yang terintegrasi, termasuk program Rumah BUMN Telkom, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya perempuan, agar mampu berkembang, beradaptasi dengan transformasi digital, serta memperluas akses pasar baik di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya ini dinilai semakin penting mengingat sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi. Tingginya partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha di sektor ini menjadikan penguatan kapasitas dan akses pasar bagi perempuan sebagai faktor strategis dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penguatan konektivitas dan transformasi teknologi, tetapi juga berupaya menghadirkan dampak sosial yang nyata melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkom tidak hanya berfokus pada penguatan konektivitas dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen mengoptimalkan inovasi untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang nyata. Melalui pendampingan ini, kami berharap setiap solusi yang dihasilkan oleh perempuan penggerak UMKM dapat memiliki model keberlanjutan yang kuat,” ujar Hery dalam keterangannya, Minggu (16/3/2026).
Ia menambahkan, peran perempuan dalam sektor UMKM sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu contoh perempuan penggerak UMKM binaan Telkom adalah Dini Windu Asih, pemilik usaha kuliner Mbrebes Milli yang bergabung sebagai UMKM binaan Telkom pada Januari 2025.
Usaha tersebut lahir dari kerinduan akan kehangatan masakan seorang ibu. Nama Mbrebes Milli, yang dalam bahasa Jawa menggambarkan air mata yang mengalir saat memotong bawang merah, kini berkembang menjadi simbol perjuangan dan kemandirian bagi kelompok ibu-ibu di tingkat kelurahan.
Sebagai ketua komunitas, Dini aktif mengajak para anggotanya untuk bergabung dalam ekosistem Rumah BUMN Telkom. Melalui program pendampingan yang terstruktur, para pelaku usaha perempuan mendapatkan pembekalan kurikulum bisnis yang komprehensif, mulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global.
Program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga membangun kepercayaan diri para pelaku UMKM perempuan dalam memperluas pasar melalui pemanfaatan berbagai kanal digital.
Semangat kemandirian perempuan juga tercermin melalui inisiatif usaha ramah lingkungan Tano Puan yang didirikan oleh Siska Elvi Yunita.
Program tersebut terpilih sebagai salah satu inisiatif terbaik dalam Bumi Berseru Fest 2025, sebuah kompetisi aksi lingkungan yang diinisiasi oleh Telkom.
Nama Tano Puan berasal dari bahasa Batak, yakni Tano yang berarti tanah dan Puan yang berarti perempuan. Nama tersebut merepresentasikan peran perempuan dalam menjaga dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan.
Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai korban konflik lahan gambut, Siska mengembangkan konsep sustainable entrepreneurship dengan memberdayakan perempuan sebagai agen perubahan. Melalui kelompok Srikandi Purun Jaya, para perempuan memanfaatkan tanaman purun untuk diolah menjadi produk kerajinan ramah lingkungan (eco-craft) bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung pelestarian ekosistem lahan gambut.
Berbagai program pemberdayaan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom melalui inisiatif GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar sosial Empower Our People yang berfokus pada pemberdayaan komunitas berbasis teknologi digital.
Selain itu, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom juga turut mendukung pencapaian target pembangunan global United Nations melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender.
Dengan memperkuat peran perempuan dalam pengembangan UMKM, Telkom berharap dapat terus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, sekaligus menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.**








