Laporan wartawan sorotnews.co.id : Slamet.
PEKALONGAN, JATENG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan berencana mengukur ulang Tanah SDN 2 Krompeng, Talun. Ukur ulang tanah tersebut guna memastikan ada dan tidaknya lahan sekolah tergerus oleh aktivitas tambang galian C di sekitar lokasi.
“Kita akan ukur ulang luas tanah sekolah tersebut sekaligus mengecek kondisi lapangan,” ujar Kepala Dindikbud, Kholid, Senin (3/4/2023).
Kholid mengungkapkan luas tanah di SDN 2 Krompeng mencapai 4255 m² dan sudah bersertifikat, namun pihaknya sejauh ini belum mengetahui apakah ada tanah sekolah yang terdampak.
Untuk mencari kejelasan pihaknya akan meminta assesment dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Lingkungan Hidup (LH) kemudian bersurat ke ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu pihaknya juga memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Krompeng, Talun masih berlangsung seperti biasanya.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Utara, M Sholeh menyebut sudah ada perintah dari ESDM Provinsi Jateng untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.
“Saat ini kami memang belum mengecek ulang, namun kami sudah tahu dan akan melihat kembali berkasnya serta menyiapkan beberapa langkah,” katanya.
Sholeh juga menegaskan pihak galian C sudah mendapatkan surat teguran termasuk ada janji membangun struktur terasering sesuai yang disarankan untuk menguatkan tebing agar tidak longsor.
Kalau belum dilaksanakan, lanjut dia, maka akan kembali memberikan surat teguran lanjutan karena sebelumnya sudah ada pemeriksaan oleh Instruktur Tambang bahkan sudah dilakukan isolasi di lokasi agar tidak membahayakan.
“Kalau masih membandel atau tidak mengindahkan saran kita maka dianggap melanggar dan tanggung sendiri resikonya. Nanti provinsi yang akan menerbitkan PTSP,” terang Sholeh.
Diberitakan sebelumnya gedung SDN 2 Krompeng terancam ambruk lantaran lahan sekitar sekolah sudah berubah menjadi jurang sedalam 20 meter. Ironisnya jarak sekolah dengan tebing tinggal lima meter sehingga terancam ambruk atau longsor akibat tergerus oleh aktivitas tambang galian C yang berada dalam satu lokasi.








