Terbang Tinggi Bersama Garuda, Kilang Pertamina Internasional Kenalkan Produk UMKM Binaan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperkenalkan cara inovatif dalam mendukung promosi produk mitra binaannya. Bekerja sama dengan maskapai nasional Garuda Indonesia, KPI menghadirkan produk-produk unggulan dari pelaku UMKM binaan Kilang Plaju dalam penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Sebanyak 161 penumpang dan 7 kru penerbangan Garuda GA1157 menjadi saksi sekaligus penikmat langsung dari beragam produk UMKM binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Plaju Berdaya. Produk yang dikenalkan antara lain: Keripik Tempe Bu Mar, Teh Herbal Bu Jamiah, Ecoprint Scrunchies, Nastar by Orchid, hingga Kopi Muara Cawang.

Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y. Nasroen mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar mitra binaannya.

“Kehadiran produk mitra binaan dalam penerbangan ini menjadi kejutan yang menyenangkan bagi awak dan penumpang. Ini juga bentuk nyata inovasi kami dalam pemberdayaan UMKM. Kami ingin produk lokal tidak hanya dikenal di darat, tapi juga bangga dibawa terbang di ketinggian 30.000 kaki,” ungkap Hermansyah.

Lebih lanjut, Hermansyah menyampaikan bahwa sinergi antara KPI dan Garuda Indonesia sebagai mitra strategis memiliki nilai strategis dalam membangun ekosistem bisnis berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

“Kolaborasi ini memperkuat harapan kami agar mitra binaan tidak hanya ‘go national’, tetapi juga siap ‘go international’. Produk lokal memiliki potensi besar bila diberi ruang dan dukungan yang tepat,” tambahnya.

Produk-produk yang diperkenalkan dalam penerbangan tersebut bukan sekadar komoditas, melainkan representasi semangat dan nilai budaya lokal.

Keripik Tempe Bu Mar, misalnya, berasal dari kawasan pemukiman di Plaju Ulu, yang dikenal sebagai Kampung Tempe—pusat produsen tempe legendaris di Palembang sejak 1952. Kini, kawasan tersebut menjadi binaan program TJSL “Kampung Pangan Inovatif” dari KPI.

Produk lainnya, Teh Herbal Bu Jamiah, telah dikenal sebagai salah satu suvenir pada gelaran G20 di Indonesia tahun 2022. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun herbal, Bu Jamiah memproduksi teh dari daun mint, rosella, sambiloto hingga bidara, menunjukkan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari rumah.

Nastar by Orchid adalah kreasi dari pemuda lokal yang mengembangkan industri kue kering rumahan di Plaju. Sementara Ecoprint Scrunchies dari Rosella Ecoprint mengusung semangat fesyen berkelanjutan, memanfaatkan pewarna alami dari daun-daunan untuk menciptakan produk ramah lingkungan.

Tak kalah unik, Kopi Muara Cawang berasal dari Desa Singapure, Kabupaten Lahat, dan diolah menggunakan energi baru terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,2 kWp. Produk ini dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai bentuk inovasi hijau dalam pengolahan kopi arabika berkualitas.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina dalam mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi rakyat.

“Kami mendorong pelaku UMKM untuk menghasilkan produk unggulan yang tidak hanya kompetitif secara nasional, tapi juga memiliki potensi ekspor. Sinergi antar BUMN seperti ini diharapkan dapat membuka pasar yang lebih luas dan mendukung peningkatan produktivitas UMKM,” jelas Fadjar.

Program pelatihan, pendampingan, dan pemasaran yang dilakukan Pertamina secara konsisten menjadi fondasi dalam membentuk UMKM yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pasar.

Dengan menghadirkan produk lokal dalam penerbangan nasional, KPI tak hanya memperkenalkan kekayaan daerah, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap karya anak bangsa—melalui cara yang kreatif, membumi, dan menginspirasi.**

Pos terkait