Truk Bermuatan Limbah Tersangkut Kabel dan Rusak Jalan, Warga Daon Tangerang Geram

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Taufik Rahman. 

KAB. TANGERANG, BANTEN – Sebuah truk bermuatan limbah yang diduga melebihi kapasitas menyebabkan kerusakan jalan dan putusnya jaringan listrik di kawasan RT 001/RW 005, Desa Daon, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Rabu malam (23/7/2025). Kejadian tersebut memicu kemarahan warga yang merasa dirugikan secara materiil dan terganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut keterangan warga, truk dengan muatan sekitar 30 ton milik salah satu pengusaha lokal melintas di jalan perkampungan yang sempit dan tidak dirancang untuk dilalui kendaraan berat. Saat melintasi gang, badan truk tersangkut kabel listrik milik warga hingga menyebabkan kabel terputus dan aliran listrik padam di sejumlah rumah.

“Setelah kabel putus, listrik mati. Beberapa mesin pompa air dan AC di rumah warga korslet karena aliran listrik yang mendadak terputus. Ini bukan kejadian pertama,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menyebut, insiden serupa kerap terjadi karena minimnya pengawasan dan kurangnya kesadaran pengusaha yang tetap menggunakan jalan tersebut untuk truk besar. Padahal, jalan tersebut tergolong sempit dan berisiko tinggi bila dilalui kendaraan bertonase berat.

Salah satu warga, berinisial MF, mengaku kecewa dengan pihak RT dan RW yang dinilai tidak merespons keluhan warga secara serius.

“Warga sudah sering mengingatkan agar kendaraan bermuatan besar jangan melintas di sini. Tapi tidak ada tindakan dari aparat lingkungan. Seolah-olah tutup mata,” katanya.

Suasana sempat memanas ketika warga menahan kendaraan tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban. Adu mulut pun terjadi antara pemilik barang dan warga sekitar. Salah seorang warga terdengar berteriak memperingatkan sopir, “Woy… kabel! Turun! Udah tahu ada kabel, masih aja ngebut!”.

Tak lama kemudian, pemilik muatan datang dan sempat membalas dengan nada tinggi.

“Barang saya itu! Apa yang dirusak, saya tanggung jawab!” ucapnya dalam logat khas Sunda.

Meski sempat ditahan warga, truk akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah pemilik berjanji akan bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan. Namun hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum mendapatkan ganti rugi atau penyelesaian yang jelas dari pihak terkait.

Warga berharap ada tindakan tegas dari aparat desa dan pihak berwenang untuk melarang kendaraan bertonase besar melintasi jalan perkampungan yang tidak sesuai kelas jalan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.**

Pos terkait