Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Komunitas Motor Suzuki RC Ikatan Kawan Lama (RC Kola) Pekalongan memperingati hari jadinya yang pertama. Peringatan hari kadi tersebut dirayakan dengan mengelar touring ke Objek Wisata Guci.
“Hari jadi yang pertama ini kami tour wisata ke Guci selama dua hari,” kata Ketua RC Kola Pekalongan Nasirudin, Sabtu (22/7/2023).
Ia mengungkapkan sebanyak 50 peserta lebih mengikuti kegiatan touring. Semua anggota komunitas menggendarai motor RC lengkap dengan atribut kebesaran seperi rompi dan bendera klub.
Pelepasan peserta touring dari Jalan Mataram awalnya akan dilakukan oleh Wali Kota Pekalongan namun karena ada tugas lain akhirnya diwakilkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
“Selain touring kami di perjalanan juga akan singgah bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren sekaligus menyerahkan bantuan sembako” ujarnya.
Adapun kegiatan selama di Guci ada beberapa acara seperti aneka lomba yang ditutup dengan api unggun seklaigus melakukan refleksi dari perjalanan RC Kola selama setahun terakhir.
Sedangkan terkait awal terbentuknya RC Kola bermula dari keinginan teman di Ikala untuk mewujudkan kenangan di masa remaja yang tak bisa dipisahkan dari motor ikonik Suzuki RC di tahun 80-an.
“Dulu tak banyak yang beruntung memiliki motor RC, hanya orang tertentu, biasanya anak pengusaha batik. Pada waktu itu yang saya tahu almarhum Mas Alex kakaknya Mas Walikota salah satu yang punya karena kita satu kelas,” ungkap Nasirudin.
Ia mengenang bagaimana motor RC jadi idola para remaja karena selain bandel dan larinya kencang juga dianggap keren kalau sudah naik motor itu.
“Pokoknya paling keren lah kalau sudah nongkrong bawa motor RC. Banyak cewek yang melirik,” katanya sambil tertawa.
Sementara itu Kepala Kesbangpol Kota Pekalongan, M Taufiqu Rochman usai melepas perjalanan touring RC Kola mengatakan mendukung kegiatan komunitas motor terutama karena sudah menjadi wadah bagi anggotanya.
“Motor ini tergolong bersejarah bagi para anggotanya dan masih terawat dengan baik, apalagi anggota klub yang mohon maaf sudah sudah berumur di atas 50 an namun masih.mencintai motor yang menurut saya antik,” terang Taufiq.








