Wakil Ketua DPRD Manggarai Thomas Tahir Pantau Langsung Pengerjaan Lapen Lempo–Ringkas

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Thomas Tahir, turun langsung meninjau proses pengerjaan proyek lapisan penetrasi (lapen) pada ruas jalan Lempo–Ringkas, Kecamatan Cibal, pada Kamis (16/10/2025).

Kunjungan yang dilakukan Thomas Tahir ini dilakukan untuk memastikan mutu pekerjaan jalan yang sedang dikerjakan, apakah sesuai standar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Proyek lapen ini merupakan rehabilitasi periodik yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025 senilai Rp. 494.565.800.

“Kita bersyukur anggaran DAU kali ini masih bisa merambah sejumlah jalan di Kecamatan Cibal termasuk paket pengerjaan periodik jalan Lempo-Ringkas,” kata Thomas Tahir.

Kunjungan politisi yang juga menjabat Ketua DPC PKB Manggarai ini adalah bagian dari tugas pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur. Thomas menegaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar peninjauan rutin, melainkan bentuk tanggung jawab untuk menjamin proyek dikerjakan secara berkualitas dan bukan asal jadi.

“Ini bagian dari tugas kami untuk melakukan monitoring. Kalau kami datang lebih awal, tentu kami juga bisa memberi masukan langsung kepada kontraktor pelaksana di lapangan,” ujarnya.

“Kami harus memastikan pekerjaan ini berkualitas, jangan sampai hanya dikerjakan asal jadi,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Thomas Tahir secara khusus menyoroti pentingnya sistem drainase jalan. Menurutnya, saluran air yang baik sangat krusial agar jalan lapen dapat bertahan lama dan tidak cepat rusak akibat genangan air.

“Saya berharap kontraktor juga memperhatikan soal drainase. Saluran air ini penting supaya jalan tidak cepat rusak,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran daerah, yang diakibatkan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas proyek. “Meskipun dana terbatas, kita harus memaksimalkan hasilnya.

Untuk diketahui Jalur Lempo–Ringkas ini penting karena menghubungkan beberapa desa dan punya potensi ekonomi besar,” tambahnya.

Terkait jaminan mutu pekerjaan, Thomas Tahir menjelaskan bahwa proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan selama satu tahun.**

Pos terkait