Warga Apresiasi Langkah Polres Manggarai Sikapi Krisis BBM yang Terjadi

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI, NTT – Situasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak(BBM) yang terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Manggarai dan sekitarnya menjadi bahan perbincangan publik dan kini menjadi perhatian berbagai kalangan.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini berpengaruh pada situasi sosial kemasyarakatan yang terjadi di Kabupaten Manggarai dan sekitarnya. Karena akibat kelangkaan BBM banyak aspek yang mendapatkan dampak langsung.

Sejak dua hari lalu ramai diperbincangkan dimedia sosial terkait melonjaknya harga jual Pertalite dan pertamax. Bahkan menembus angka Rp 50.000(Lima puluh ribu rupiah) perbotol.

Jelas ini mendapat reaksi keras dari masyarakat kabupaten Manggarai. Karena harga yang begitu tinggi jelas berpengaruh pada kemampuan masyarakat dan harga tersebut dianggap tidak wajar.

Menyikapi kondisi ini Aparat dari Polres Manggarai berdasarkan perintah dari Kapolres Manggarai bergerak cepat untuk mencari siapa-siapa yang berprilaku nakal dan tidak wajar tersebut.

Hasilnya sejak tanggal 26-27 November 2025 kondisi harga BBM kembali normal. Warga kembali menjual Pertalite/botol berkisar antara Rp.20.000-25.000 sedangkan Pertamax/botol dijual dengan harga Rp.30.000.

Pantauan media ini di SPBU Mena fan sekitarnya pada Kamis, 27 /11/2925, harga BBM yang jual masyarakat kembali normal. Bahkan masyarakat yang menggunakan Sepeda Motor tidak mengalami kesulitan mendapatkan BBM.

Sementara untuk pengguna mobil masih terpantau mengantri cukup panjang. Namun situasinya masih berjalan normal dan kondusif.

Ibu Imel dan Eli yang berada disekitar SPBU Mena menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Polres Manggarai yang telah berhasil mengatasi kondisi cemas masyarakat atas kelangkaan BBM yang terjadi.

Kami pantau beberapa hari disini, bagaimana aparat Kepolidian beserta Pol PP selalu berjaga dan memberi kenyamanan kepada masyarakat. Dan situasinya aman.

Hal senada disampaikan Yohanes serta Wilibrodus warga Kelurahan Mbaumuku. Mereka menyampaikan bahwa kondisi sekarang berangsur kembali normal.

Kita tidak lagi sulit mendapat BBM. Memang harus ikut mengantri. Tetapi semuanya berangsur normal seperti hari-hari sebelumnya.

Kita juga berharap agar kedepan oknum yang bertindak nakal dan diduga menyalahgunakan BBM dapat ditindak tegas. Sehingga tidak merugikan masyarakat yang lain.

Kami juga mengapresiasi langkah Polres manggarai dan dibantu Pol PP bertindak tegas dalam mengatasi situasi kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari ini dan berharap agar semuanya lekas pulih, tutup mereka.**

Pos terkait