Laporan wartawan sorotnews.co.id : Slamet.
BATANG, JATENG – Sejumlah warga desa Wonorojo, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja. Mereka diminta membayar Rp250 ribu per orang dengan iming-iming akan dipekerjakan di dapur MBG, namun hingga kini janji itu tak kunjung terealisasi.
Seorang warga Desa Wonorojo berinisial NI mengaku sempat ditawari pekerjaan oleh seseorang berinisial BD, yang juga warga setempat. BD memperkenalkan diri sebagai petugas rekrutmen pekerja dapur MBG. Syaratnya, setiap calon pekerja harus menyerahkan uang Rp250 ribu agar bisa masuk ke dalam grup WhatsApp yang berisi ratusan orang pendaftar.
“Pernah saya ditawari kerja. Katanya kalau mau kerja harus bayar Rp250 ribu, setelah itu dimasukkan ke grup WA. Saya ikut saja, soalnya memang butuh pekerjaan,” ungkap NI kepada wartawan, Jumat (26/9/2025) malam.
Namun, setelah hampir tiga bulan menunggu, NI menyebut tidak ada kejelasan mengenai pekerjaan yang dijanjikan.
Hal serupa dialami IM, warga lain yang juga mendaftar melalui BD. Ia menuturkan, proses pendaftaran dilakukan langsung di rumah BD dengan nominal biaya yang sama. Bahkan, menurutnya, ada perbedaan tarif jika calon pendaftar datang di luar waktu yang ditentukan.
“Saya bersama yang lain ikut daftar di rumahnya (BD) dengan syarat membayar Rp250 ribu. Kalau telat daftar, biayanya bisa naik jadi Rp400 ribu,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BD maupun manajemen dapur MBG belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungutan liar tersebut. Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut kasus yang diduga merugikan banyak orang ini.**








