Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Warga Dukuh Balas, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan yang telah memasuki tahun kelima ini menjadi bagian dari rangkaian napak tilas perjuangan Raden Sawunggaling, tokoh legendaris yang dikenal sebagai pendiri Kota Surabaya.
Tradisi tahunan ini diikuti oleh warga dari tiga RT di lingkungan RW 01 Dukuh Balas, yakni RT 1, RT 2, dan RT 3, yang secara rutin menggelar kegiatan ruwahan desa atau sedekah bumi setiap bulan Oktober.
Ketua RW 01 Dukuh Balas, H. Rohkman, S.E., menjelaskan bahwa Sedekah Bumi menjadi momentum bagi warga untuk bersyukur atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang diberikan Tuhan, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Setiap tahun kami bersama warga mengadakan sedekah bumi sebagai wujud syukur dan bentuk menjaga warisan leluhur. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat Dukuh Balas,” ujar H. Rohkman.
Dalam kegiatan ini, masing-masing RT menampilkan gunungan hasil bumi, sayur-mayur, serta berbagai kreasi seni dan patung tematik seperti patung ikan, ayam, dan ogoh-ogoh sebagai simbol penolak bala.
Seluruh hasil bumi tersebut kemudian diarak bersama warga sepanjang rute acara yang dimulai dari pintu masuk Perumahan Grand Harvest, melintasi Jalan Raya Balas Klumprik, hingga finish di area Punden RT 2.
Pawai budaya dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dimeriahkan oleh tarian remo yang dibawakan oleh karang taruna RW 01, diiringi musik tradisional dari sound horek milik masing-masing RT.
Kegiatan berlangsung meriah dan tertib, disaksikan oleh ratusan warga sekitar yang antusias menyambut arak-arakan budaya tersebut.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh BP Salim (Modin Dukuh Balas) sebagai bentuk permohonan keselamatan dan berkah bagi seluruh warga.
Turut hadir dalam kegiatan ini Lurah Balas Klumprik Mochamad Soeltoni, S.P., perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Balas Klumprik, jajaran Koramil Karangpilang, Polsek Wiyung, serta para tokoh masyarakat dan anggota komunitas Napak Tilas Raden Sawunggaling dari Lidah Wetan, Surabaya.
Usai kegiatan pawai budaya dan doa bersama, acara dilanjutkan pada siang hari dengan pertunjukan seni jaranan yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Malam harinya, warga kembali berkumpul untuk menyaksikan pementasan ludruk bertema “Babat Suroboyo”, yang menggambarkan perjuangan Raden Sawunggaling dalam membangun Kota Surabaya.
“Tradisi ini tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang harus dijaga oleh generasi muda,” tambah H. Rohkman.
Dengan terselenggaranya kegiatan Sedekah Bumi ke-5 ini, warga Dukuh Balas berharap tradisi tersebut terus lestari dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Surabaya yang kaya nilai sejarah dan kebersamaan sosial.**








