Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM — Sejumlah warga bersama para ketua RT dan RW di Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, menyampaikan kekecewaan atas kurangnya sosialisasi terkait rencana pelaksanaan bazar UMKM yang digelar Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) pada 30 November 2025 mendatang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Sorotnews Surabaya, kegiatan bazar tersebut mewajibkan setiap RT untuk membayar kontribusi sebesar Rp300.000, sementara RW dikenakan Rp100.000. Selain itu, LKMK disebutkan juga menerima pungutan sebesar Rp1.000.000 untuk kepentingan acara.
Sejumlah ketua RT dan RW mengaku tidak sepakat dengan besaran biaya tersebut, terlebih karena sosialisasi dinilai tidak dilakukan secara memadai. Seorang ketua RT yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa ia bahkan tidak mendapatkan undangan resmi terkait agenda tersebut.
“Kami ini tidak pernah diajak rapat, tidak ada sosialisasi. Tahu-tahu diminta bayar. Banyak RT dan RW keberatan,” ujarnya kepada Sorotnews Surabaya.
Kritik juga datang dari para pedagang di sentra kuliner Panggon Mangan, sebuah area wisata kuliner di Kelurahan Kebraon yang telah berjalan selama tujuh bulan. Para pedagang menilai bahwa bazar UMKM seharusnya justru ditempatkan di lokasi tersebut untuk membantu meningkatkan kunjungan.
Selama tujuh bulan beroperasi, pedagang mengaku sepi pengunjung dan berharap kegiatan bazar dapat menjadi momentum untuk mengangkat kembali perekonomian UMKM lokal yang saat ini tengah lesu.
“Selama tujuh bulan ini kami sepi. Kalau ada bazar, mestinya di Panggon Mangan sekalian. Kan tujuan awalnya membantu UMKM bangkit,” ujar salah satu pedagang Panggon Mangan yang meminta namanya dirahasiakan.
Hal serupa disampaikan oleh Kastowo, Ketua Sentra Kuliner Panggon Mangan. Ia mengamini pendapat para pedagang dan berharap panitia serta pihak LKMK mempertimbangkan penempatan bazar di lokasi yang sudah disiapkan sebagai pusat kuliner masyarakat.
“Kalau bazar ditempatkan di Panggon Mangan, tentu lebih efektif mengangkat sentra kuliner. Tempatnya sudah ada dan memang diperuntukkan bagi kegiatan UMKM,” ujarnya kepada Sorotnews Surabaya.
Warga berharap ada kejelasan serta sosialisasi lanjutan dari pihak LKMK agar pelaksanaan acara dapat berjalan transparan dan memberi manfaat nyata bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat setempat.**








