Laporan wartawan sorotnews.co.id : Fie.
PEKALONGAN, JATENG – Memasuki hari keenam, ribuan warga Pekalongan Barat masih harus menelan pil pahit. Mereka terpaksa bertahan di tengah keterbatasan karena rumah mereka masih menjadi “lautan” cokelat yang tak kunjung surut.
Hingga saat ini Kamis (22/1) tercatat sebanyak 2.171 jiwa masih bertahan di titik-titik pengungsian, menunggu keajaiban air segera turun dari pemukiman mereka.
Dua lokasi menjadi tempat pengungsian terbesar yakni Aula Kecamatan Pekalongan Barat, terdapat 373. Sementara Masjid Al Karomah: Menampung 370 jiwa yang terpaksa meninggalkan kenyamanan rumah demi keselamatan nyawa.
Camat Pekalongan Barat, Muchamad Natsir, mengungkapkan bahwa sebenarnya ada tren penurunan jumlah pengungsi. Di awal bencana, sebanyak 2.363 jiwa memadati posko-posko darurat. Kini, meski berkurang menjadi 2.171 jiwa, angka tersebut tetaplah sangat besar.
“Warga belum bisa pulang. Banjir masih enggan beranjak hingga hari kelima ini,” ujar Natsir menggambarkan situasi yang mencekam.
Meskipun jumlah pengungsi sedikit menyusut, ribuan lainnya masih terkatung-katung. Bagi mereka, kembali ke rumah adalah impian yang tertunda karena genangan air masih setinggi pinggang di beberapa wilayah. Pekalongan Barat kini tengah berpacu dengan waktu dan cuaca untuk segera pulih dari bencana ini.**








