Mengawasi Aparatur Negara dan Informasi Publik

PT PAL dan BRIN Jalin Kerja Sama Kembangkan Teknologi Coating Ramah Lingkungan

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

SURABAYA, JATIM – PT PAL Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan material pelapis lambung kapal berbasis Self-Polishing Copolymer (SPC). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, dan Kepala PRTH BRIN, Teguh Muttaqie, di Surabaya, Rabu (21/5/2025).

Inisiatif riset bersama ini bertujuan meningkatkan daya saing industri maritim nasional sekaligus menjawab tantangan lingkungan global. Teknologi pelapis berbasis SPC dirancang untuk mengurangi dampak biofouling – akumulasi organisme laut pada lambung kapal – yang dapat menyebabkan korosi, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta menimbulkan risiko pencemaran perairan akibat pelepasan zat beracun.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nasional antara industri dan lembaga riset dalam membangun kapasitas teknologi serta kemandirian industri maritim,” ujar Diana Rosa usai penandatanganan. Menurutnya, kemajuan bangsa hanya dapat tercapai melalui kerja sama erat antar pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, Diana menekankan bahwa inovasi hasil riset bersama ini berpotensi menghemat biaya operasional kapal nasional hingga triliunan rupiah per tahun. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga ekosistem laut Indonesia, yang dikenal sebagai rumah bagi terumbu karang dunia.

“Kami percaya bahwa inovasi dari sinergi riset dan industri akan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi operasional, daya tahan material, serta keberlanjutan lingkungan maritim. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam memperkuat fondasi teknologi bangsa,” tambahnya.

Melalui pengembangan pelapis SPC berbasis lokal, industri maritim Indonesia tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, tetapi juga memperoleh formulasi yang lebih sesuai dengan karakteristik perairan tropis Indonesia yang memiliki suhu hangat dan tingkat salinitas tinggi.

Kerja sama ini menandai langkah penting menuju terwujudnya teknologi maritim yang lebih berkelanjutan, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.**