Laporan wartawan sorotnews.co.id : Abu.
TANGSEL, BANTEN – Untuk mencapai keberlanjutan dalam pengelolaan sampah, ada sekitar 500 Bank Sampah serta komunitas masyarakat peduli sampah hadir di Kota Tangerang Selatan, dari 500 Bank Sampah yang ada, tidak seluruhnya beroperasi. Selebihnya berjalan sendiri-sendiri.
Menurut Ketua Paguyuban Bank Sampah Kecamatan Pamulang, Sri Fathonah, di kecamatan Pamulang saja ada 170 Bank Sampah yang tercatat, tapi yang aktif tidak ada setengahnya, malah sudah banyak yang bubar karena tidak dapat bertahan lagi.
Demikian dikatan Sri Fathonah pada acara pertemuan rutin Bank Sampah, 25 Juni 2025 di kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. Paguyuban Bank Sampah Kecamatan Pamulang yang berdiri sejak delapan tahun lalu sampai saat ini tetap aktif mengadakan pertemuan rutin setiap bulannya di delapan kelurahan yang ada di kecamatan Pamulang.
Pada acara itu hadir Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) kota Tangerang Selatan, Ny. Pilar Saga Ihsan, atau dikenal dengan nama Raden Roro Truetami Ajeng, hadir juga kepala Kelurana Pondok Benda, Udin Saad, S.Ap, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pamulang, Sony Wahyudi, S.Kom., MM, Kasi Ekbang, Muhajir, S.Sos.
Ny.Pilar berharap agar paguyuban dapat terus mengembangkan kerajinannya untuk sesuatu yang dapat menghasilkan yang bernilai ekonomi.
Dalam kata penutupnya Ny. Pilar Saga Ihsan mengatakan, selalu ada untuk Tangsel, selalu bersinar dan sampah harus dikelola bersama.**











