Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran sosial dan ketahanan pangan, melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta masyarakat sekitar. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di Aula Rutan Pekalongan.
Dalam penyaluran bansos kali ini, lima orang penerima secara langsung menerima bantuan. Mereka terdiri dari tiga keluarga WBP serta dua warga sekitar, yakni seorang petugas penyapu jalan dari Dinas Lingkungan Hidup dan seorang pengayuh becak yang kerap melintas di sekitar lingkungan rutan.
Bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi internal Rutan Pekalongan, yang bersumber dari iuran sukarela para pegawai, keuntungan koperasi pegawai rutan, serta hasil pertanian dari program pembinaan kemandirian WBP. Program ini merupakan bagian dari pengelolaan lumbung ketahanan pangan yang terus dikembangkan di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus ditanamkan dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga mampu berkontribusi langsung terhadap masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membawa berkah bagi para penerima,” ujar Karutan dalam sambutannya.
Nanang juga menambahkan, melalui program seperti ini, pihaknya ingin menanamkan nilai empati dan kepedulian tidak hanya kepada WBP, tetapi juga kepada seluruh pegawai agar terus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.
Program ketahanan pangan dan kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan lembaga pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan terus digalakkannya kegiatan sosial serupa, Rutan Pekalongan berharap dapat menjadi institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga hadir secara aktif dan solutif dalam menjawab tantangan sosial di lingkungan sekitarnya.**








