Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
PEKALONGAN, JATENG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pekalongan kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui Sektor Pertanian, pada Rabu (6/8), Rutan Pekalongan melaksanakan panen kangkung di lahan pertanian yang dikelola oleh para WBP sebagai bagian dari program kemandirian berbasis ketahanan pangan.
Kegiatan panen yang berlangsung di area dalam rutan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi oleh pejabat struktural serta Kepala Sub Seksi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan. Panen ini merupakan hasil dari kegiatan bercocok tanam yang telah dijalankan oleh para WBP selama beberapa minggu terakhir, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Menurut Kepala Rutan, panen kangkung ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan pembinaan kerja, tetapi juga sebagai upaya konkret Rutan Pekalongan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Panen kangkung ini adalah bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian di Rutan Pekalongan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan bekal keterampilan bagi WBP agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan keahlian yang produktif, serta turut berkontribusi pada ketahanan pangan,” ujar Nanang Adi Susanto saat ditemui usai kegiatan.
Lebih lanjut, hasil panen tersebut akan didistribusikan melalui pihak ketiga yang telah menjalin kerja sama dengan rutan untuk dipasarkan secara komersial. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat pembinaan secara internal, tetapi juga berdampak pada ekonomi lokal.
Program pertanian ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang dijalankan oleh Sub Seksi Bimbingan Kegiatan. Selain bertujuan membekali WBP dengan keterampilan praktis di bidang pertanian, program ini juga dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, etos kerja, serta kesiapan mental dan sosial para warga binaan menjelang masa reintegrasi mereka ke masyarakat.
Rutan Pekalongan sendiri terus mengembangkan berbagai kegiatan berbasis pemberdayaan, mulai dari keterampilan kerja, pelatihan wirausaha, hingga pertanian organik. Harapannya, warga binaan yang telah menjalani masa hukuman dapat memiliki peluang hidup yang lebih baik serta mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.**








