Fitur Tender Kilat PaDi UMKM Permudah Proses Pengadaan Barang dan Jasa

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Proses pengadaan barang dan jasa kini semakin mudah dan efisien berkat kehadiran fitur Tender Kilat dari platform Business to Business (B2B) PaDi UMKM. Platform digital yang diinisiasi oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini hadir sebagai solusi transparan dan fleksibel bagi perusahaan BUMN maupun swasta dalam melakukan pengadaan barang dan jasa dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sebagai marketplace B2B, PaDi UMKM telah menjadi jembatan antara UMKM sebagai penyedia produk dan jasa dengan perusahaan atau instansi sebagai pembeli. Melalui platform ini, perusahaan dapat menemukan mitra usaha yang tepat sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM serta penggunaan produk lokal dalam negeri.

“PaDi UMKM bukan hanya menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan efektivitas pengadaan, tapi juga menjadi penghubung strategis antara kebutuhan korporasi dan potensi besar pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Komang Budi Aryasa, Executive Vice President Digital Business & Technology Telkom, pada Senin (5/8/2025). Ia menambahkan bahwa melalui ekosistem digital ini, Telkom berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Fitur Tender Kilat hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengadaan yang cepat, terutama untuk transaksi bernilai di bawah Rp200 juta. Lewat fitur ini, perusahaan cukup mengumumkan kebutuhan mereka di platform PaDi UMKM, yang kemudian akan direspons oleh pelaku UMKM dengan penawaran produk atau jasa yang relevan. Penawaran bisa berupa produk yang sudah tersedia di etalase atau bentuk penawaran khusus (custom) sesuai permintaan pembeli.

Tak hanya itu, tersedia pula opsi Tender Kilat Tertutup, di mana pembeli dapat langsung menunjuk penjual tertentu tanpa melalui proses terbuka, guna mempercepat transaksi sekaligus tetap menjaga efisiensi dan transparansi.

Hingga kini, ratusan UMKM telah terbantu melalui fitur ini, yang membuka peluang mereka untuk menjangkau lebih banyak klien korporasi. Di sisi lain, perusahaan pengguna fitur ini juga menyampaikan pengalaman positif terkait kemudahan dan kecepatan proses pengadaan.

Salah satunya disampaikan oleh Titin Rahmah, Senior Officer unit pendidikan dari salah satu perusahaan pengelola jalan tol. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan perusahaan sangat beragam, mulai dari alat kantor, tiket perjalanan, layanan katering, hingga peralatan elektronik untuk studio pembelajaran online.

“Jika nilai transaksi di bawah Rp200 juta, kami lebih memilih menggunakan PaDi UMKM. Karena mudah, cepat, dan sangat membantu kebutuhan internal kami dari A sampai Z,” ungkap Titin.

Dengan ekosistem digital yang dimiliki, PaDi UMKM tak hanya mempercepat proses pengadaan, namun juga mendorong partisipasi aktif UMKM dalam rantai pasok nasional. Upaya ini sejalan dengan misi pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.**

Pos terkait