Beras Murah Membanjiri Sorong! 100 Ton Ludes Diserbu Warga di Polda PBD

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu. 

SORONG, PBD – Sejak matahari baru muncul di ufuk timur, antrean panjang warga mulai mengular di halaman Aula Ditpolair Polda Papua Barat Daya. Kamis (14/8) itu, 100 ton beras murah yang digelontorkan dalam Kick Off Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional menjadi magnet besar bagi masyarakat yang tengah dihimpit harga beras di pasaran.

Acara yang dibuka secara daring oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini dipusatkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat Daya. Di Sorong, kegiatan berlangsung meriah dan tertib, dihadiri Wakil Gubernur Achmad Nausrau, Kapolda Brigjen Pol. Gatot Haribowo, S.IK., M.A.P., para pejabat utama Polda, anggota DPR-PBD, perwakilan Perum Bulog, serta unsur Muspida Plus lainnya.

Dirbinmas Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol M. Erfan, S.IK., mengungkapkan bahwa program ini adalah langkah nyata Polri bersama Bulog untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Khusus Polda PBD, kami telah menyalurkan sekitar 100 ton beras murah ke masyarakat di beberapa titik. Program ini akan terus kami lanjutkan di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat jelas. Meski antrean panjang, suasana tetap aman dan tertib. Banyak warga mengaku terbantu karena bisa mendapatkan beras SPHP dengan harga jauh di bawah pasaran.

Asisten Manajer SCPP Bulog Sorong, Kasiono, menjelaskan bahwa program ini merupakan sinergi Bulog–Polri sesuai instruksi Mabes Polri.

“Kuota untuk Papua Barat Daya ditargetkan 7.000 ton hingga Desember. Bulog Sorong sudah menyalurkan 120 ton. Selain melalui GPM, beras juga disalurkan lewat outlet dan toko yang sudah terverifikasi sesuai SK ketahanan pangan,” terangnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan, setelah acara pembukaan daring usai, gerai penjualan beras langsung dibanjiri pembeli. Karung demi karung berpindah tangan, menyisakan tumpukan kosong di sudut aula.

Program Gerakan Pangan Murah ini rencananya akan terus bergulir hingga perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, sebagai upaya memastikan rakyat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.**

Pos terkait