Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
PEKALONGAN, JATENG – Di tengah rendahnya tingkat inklusi asuransi nasional, agen Sun Life Indonesia asal Pekalongan, Intan Dewi, berhasil membuktikan bahwa edukasi dan pendampingan konsisten mampu membuahkan hasil. Dedikasinya mengantarkan Intan meraih penghargaan Top Agent of The Year AAJI 2024, sebuah capaian bergengsi di industri asuransi nasional.
Bagi Intan, menjadi agen di kota kecil seperti Pekalongan memiliki tantangan berbeda dibandingkan kota besar. Pemahaman masyarakat terhadap proteksi masih terbatas. Hal ini sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, yang mencatat tingkat literasi asuransi nasional naik signifikan dari 31,72% pada 2022 menjadi 76,25% di 2024. Namun, indeks inklusi justru turun dari 16,63% menjadi 12,21% dalam periode yang sama.
“Banyak orang sudah tahu manfaat asuransi, tetapi belum berani membeli karena merasa belum paham detail manfaat dan risikonya. Ada juga yang sudah punya polis, tapi belum memahami produknya secara menyeluruh,” ujar Intan dalam siaran pers, Kamis (21/8/2025).
Situasi itu membuat Intan menekankan edukasi sebagai pilar utama dalam setiap interaksi dengan calon nasabah. Ia selalu memastikan penjelasan meliputi manfaat produk, risiko, hingga proses klaim, agar nasabah memilih polis sesuai kondisi kesehatan, pekerjaan, maupun keuangan mereka.
Menurutnya, peran agen dapat dikategorikan dalam tiga tipe: agen yang pandai menjual tetapi minim pemahaman produk, agen yang menguasai produk tetapi kurang memberi layanan purna jual, dan agen ideal yang memahami produk sekaligus mendampingi nasabah dengan tulus.
“Prinsip saya sederhana: Action Louder Than Words. Saat nasabah menghadapi musibah, saya hadir langsung untuk mendampingi mereka,” ungkap Intan.
Selain memperkuat kompetensi produk, ia juga memperluas wawasan terkait penyakit, rumah sakit, hingga rekomendasi dokter. Baginya, transparansi dan kehadiran nyata agen menjadi kunci membangun kepercayaan jangka panjang.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menilai pencapaian Intan sebagai refleksi nyata peran agen dalam menjembatani perusahaan dengan nasabah.
“Kami bangga, karena Ibu Intan bukan sekadar agen, melainkan juga pendidik yang berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi. Keberhasilan ini menegaskan komitmen Sun Life menghadirkan proteksi dan literasi keuangan yang merata di seluruh Indonesia,” ujar Albertus.
Penghargaan ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa agen adalah garda terdepan dalam menghadirkan solusi proteksi dan memastikan layanan benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Dengan capaian ini, Sun Life Indonesia semakin menegaskan komitmennya memberdayakan tenaga pemasar untuk menghadirkan layanan yang transparan, relevan, dan berkelanjutan,” kata Albertus.
Selama lebih dari satu dekade berkarier, Intan Dewi tidak hanya melindungi banyak keluarga di Pekalongan, tetapi juga memperluas akses literasi keuangan di luar kota besar. Pencapaiannya menjadi contoh bahwa inklusi keuangan hanya dapat terwujud jika literasi dibarengi dengan aksi nyata di lapangan.**








