Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
PEKALONGAN, JATENG – Antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah yang digelar Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota Pekalongan dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pekalongan, Sabtu (23/8/2025), terlihat dari antrean panjang pembeli. Paket sembako murah yang ditawarkan, berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir, ludes diburu warga dengan harga hanya Rp72 ribu menggunakan QRIS, atau Rp80 ribu bila dibayar tunai.
Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengatakan bahwa strategi pemberian insentif harga lebih murah bagi pengguna QRIS menjadi salah satu cara efektif mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital.
“Kami mendorong agar masyarakat lebih terbiasa menggunakan QRIS. Misalnya, harga paket sembako lebih murah Rp8 ribu jika dibayar dengan QRIS. Ini membuktikan bahwa digitalisasi pembayaran bisa langsung dirasakan manfaatnya,” ujar Bimala.
Menurut Bimala, hingga Juli 2025, jumlah transaksi QRIS di wilayah Jawa Tengah bagian barat telah menembus 28 juta dari target 32 juta transaksi sepanjang tahun.
“Artinya target sudah hampir tercapai, padahal masih bulan Juli. Ini pencapaian luar biasa,” tambahnya.
Ia menekankan, QRIS memiliki keunggulan utama karena cemumuah atau cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Berbeda dengan transfer manual yang memerlukan pengetikan nomor rekening, QRIS memungkinkan pembayaran langsung hanya dengan scan. Selain itu, untuk transaksi tertentu, tidak dikenakan biaya tambahan.
“Sekarang, kalau orang ketinggalan tongkat atau barang lain masih bisa ditoleransi. Tapi kalau ketinggalan handphone, rasanya lebih repot. Itu artinya, perangkat digital sudah jadi kebutuhan utama, termasuk dalam bertransaksi,” kata Bimala.
Acara Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari rangkaian Run to Festival Ekonomi Syariah. Bimala menjelaskan, selain aspek digitalisasi pembayaran, kegiatan tersebut juga menekankan sinergi lintas pihak dalam pengembangan ekonomi syariah di Pekalongan.
“Tema syariah di sini adalah sinergi. Kami senang karena di Pekalongan sudah terbentuk MES dan langsung aktif berkolaborasi. Sinergi inilah yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan ekonomi syariah,” jelasnya.
Meski tidak menargetkan angka spesifik, BI Tegal berfokus pada upaya membudayakan masyarakat agar terbiasa menggunakan pembayaran digital, khususnya QRIS, dalam setiap aktivitas ekonomi sehari-hari.**








