Warga Desa Liang Deruk Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI TIMUR, NTT – Puluhan orang warga Desa Liang Deruk, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Gotong Royong memperbaikan jalan rusak.

Bacaan Lainnya

Kegiatan Gotong Royong ini dilakukan pada hari Jumat dan Sabtu, 22 -23 Agustus 2025, dan melibatkan puluhan masyarakat yang peduli dengan kondisi jalan rusak menuju ke Desa mereka.

Kepada media ini, Wilibrodus Yosansio selaku ketua BPD, Leonardus Sardin perwakilan Pemerintah Desa, Agustinus Edwin selaku Tua Adat, Yohanes Darwin Soleman perwakilan toko pendidikan, Karolus Hadiman perwakilan toko masyarakat dan Yohanes Patrik perwakilan toko pemuda menyampaikan rasa trimasih atas kepedulian masyarakat Desa Liang Deruk.

“Budaya Gotong Royong, sering kami lakukan untuk memperbaiki jalan rusak menuju desa kami, karena faktanya banyak titik jalan yang perlu dibenahin walaupun itu masuk di area Desa Tetangga Nampar Tabang”.

Jalan menuju ke Desa Liang Deruk saat ini masih status jalan desa dan harus melewati kampung Cepang yang merupakan wilayah administrasi Desa Nampar Tabang.

Dan jalan ini menjadi jalur sentral kegiatan perekonomian warga apabila menuju ke pusat kecamatan di Dampek atau menuju ke pusat Kabupaten di Borong serta menuju ke Reo.

“Harapan kami agar kedepan adanya kerjasama antara warga Desa Nampar Tabang dan Liang Deruk untuk bersama-sama memperbaiki jalan yang rusak ini. Walaupun dominan yang menggunakanya warga Desa Liang Deruk,” ungkapnya.

“Kami pun berharap agar Desa Nampar Tabang terus mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Dana Desa sehingga jalan ini kedepan bisa dibuat lapen, apalagi dari pertigaan jalan utama sudah dibuat lapen pada tahun kemarin,” harapnya.

“Jujur kami merindukan jalan yang baik karena sudah puluhan tahun desa kami terisolasi. Ini berdampak pada mandeknya perputaran roda perekenomian warga di desa kami,” tutur mereka.

“Juga kami berharap agar kedepan status jalan kami ini bisa ditingkatkan menjadi jalan Kabupaten, sehingga penangananya bisa lebih bagus,” tutup mereka.**

Pos terkait