Warga Desa Proto Sepakat Alihkan Anggaran GOR untuk Perbaikan Jalan Rusak

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Aziz. 

PEKALONGAN, JATENG – Pemerintah Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Senin (25/8/2025) malam. Forum tersebut menghasilkan keputusan penting: pengalihan sebagian anggaran pembangunan Gedung Olahraga (GOR) tahap kedua untuk memperbaiki jalan desa yang rusak parah.

Musdesus yang berlangsung di Balai Desa Proto itu dihadiri oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Muchamad Taufik, S.IP, Kasi PMD Kecamatan Risna Maulida, Babinkamtibmas, Ketua BPD H. Slamet Impron, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga puluhan warga.

Aspirasi utama warga mengerucut pada kondisi jalan di wilayah Dukuh Karangasem menuju Pajomblangan yang dinilai sangat memprihatinkan. Jalan yang berlubang dan rusak parah tersebut telah menimbulkan banyak korban kecelakaan. Warga pun mendesak agar dana pembangunan GOR dialihkan demi memperbaiki infrastruktur jalan yang lebih mendesak.

Hasil musyawarah menyepakati perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Dari total Rp190 juta yang semula dialokasikan untuk pembangunan GOR tahap dua, sebesar Rp109,78 juta akan digunakan untuk perbaikan jalan di Dukuh Karangasem, Pesalakan, dan Protodadi. Sementara sisanya, Rp80,21 juta, tetap dipakai untuk melanjutkan pembangunan GOR.

“Berdasarkan aspirasi warga, kami alokasikan sebagian anggaran GOR untuk pengaspalan jalan. Insya Allah awal September sudah kami realisasikan,” ungkap Pj. Kades Muchamad Taufik.

Keputusan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Salah satu warga, Junaedi, menyampaikan apresiasinya.

“Terima kasih kepada Pj Kades karena aspirasi kami diterima. Alhamdulillah, perbaikan jalan akhirnya bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua BPD H. Slamet Impron. Menurutnya, keputusan ini merupakan bentuk nyata respons pemerintah desa terhadap kebutuhan warga.

“Intinya, masyarakat ingin jalan rusak segera diperbaiki. Sesuai mekanisme, perubahan APBDes memang harus melalui musdesus, dan kami mendukung sepanjang sesuai aturan,” tegasnya.

Dengan adanya kesepakatan ini, warga berharap perbaikan jalan segera terlaksana sehingga akses transportasi lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat Desa Proto.**

Pos terkait